Minggu, 12 Juli 2026

Implementasi B50 Siap Dimulai, Bahlil Yakin Bisa Pangkas Impor Solar

Implementasi B50 Siap Dimulai, Bahlil Yakin Bisa Pangkas Impor Solar
Program B50 Segera Diterapkan, Pemerintah Optimistis Kurangi Impor Solar [FOTO : NET].

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa kebijakan B50 yang bakal mulai diterapkan pada 1 Juli mendatang dapat menekan impor solar jenis C48.

“Insya Allah, kami sangat optimis untuk implementasi perilisan B50 itu akan dilakukan nanti di 1 Juli. Dengan demikian, itu akan mengurangi atau bahkan kami tidak lagi melakukan impor solar, khususnya C48,” kata Bahlil di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis.

Dia menjamin bahwa aspek teknis penerapan program B50 telah melalui serangkaian uji coba dengan hasil yang memuaskan. 

Baca Juga

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

Saat ini, kadar air pada B50 terbukti lebih rendah dibandingkan B40 dan telah diuji pada berbagai moda, mulai dari alat berat, kapal, kereta api, hingga kendaraan di sektor pertambangan, eksavator, serta peralatan pertanian.

Di samping itu, kebijakan B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara sebesar Rp157,28 triliun sepanjang tahun ini. 

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, memaparkan bahwa potensi penghematan devisa dari pengurangan impor solar tersebut meningkat sekitar 17,9 persen dibandingkan capaian tahun lalu yang sebesar Rp133,3 triliun.

Program B50 juga dinilai mampu memberi nilai tambah pada minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebesar Rp24,68 triliun, menyerap 2,21 juta tenaga kerja, serta menekan emisi gas rumah kaca hingga 46,72 juta ton. 

Menurut Anggia, implementasi B50 tidak sekadar memperkuat neraca perdagangan, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Serangkaian uji coba B50 sendiri telah berlangsung sejak tahun lalu. Uji teknis di sektor otomotif dimulai sejak 2 Desember 2025 dan ditargetkan rampung pada Juni 2026. 

Selain itu, pemerintah masih menuntaskan uji teknis untuk alat dan mesin pertanian (alsintan) serta alat pertambangan yang ditargetkan selesai pada Semester II 2026.

Pemerintah juga masih memproses uji teknis B50 untuk sektor perkeretaapian dan pembangkit listrik meski belum sepenuhnya tuntas.

"Walaupun di beberapa sektor tahap uji teknisnya masih berjalan, tapi kami memastikan bahwa Implementasi ini akan dilakukan serentak," imbuh Anggia.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan