Senin, 13 Juli 2026

PLN Akui Pasokan Batu Bara Pembangkit Masih Menantang

PLN Akui Pasokan Batu Bara Pembangkit Masih Menantang
PT PLN (Persero).

JAKARTA – PT PLN (Persero) mengakui bahwa pemenuhan stok batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat.

Meski begitu, perusahaan mengklaim pengiriman batu bara melalui tongkang tetap berjalan setiap harinya.

Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, enggan membeberkan besaran Hari Operasi Pembangkit (HOP) yang tersedia, namun ia memastikan pasokan terus mengalir.

Baca Juga

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

Hingga akhir tahun 2026, PLN masih membutuhkan tambahan 20 juta ton batu bara berkualitas sedang (medium range coal/MRC).

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Kementerian ESDM telah membentuk tim pengadaan khusus yang melibatkan lintas instansi, termasuk Ditjen Minerba, Inspektorat Jenderal ESDM, BPKP, dan pihak PLN sendiri.

Langkah ini diambil sebagai respons atas arahan Presiden agar pengawasan energi primer lebih terjamin.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa dari kuota Domestic Market Obligation (DMO) sebesar 154 juta ton yang dialokasikan untuk PLN, baru sekitar 134 juta ton yang telah terkontrak.

Guna menutupi sisa kekurangan 20 juta ton tersebut, pemerintah kini tengah mengkaji peluang revisi harga jual batu bara DMO.

Menurut Bahlil, penyesuaian harga perlu dilakukan mengingat biaya produksi batu bara, terutama untuk kalori menengah, telah meningkat drastis sementara batas harga US$70 per ton untuk sektor listrik tidak berubah selama delapan tahun terakhir.

"Jadi kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha juga jangan dibeli dengan harga yang sangat murah," ujar Bahlil.

Sebagai catatan, data terakhir pada April 2026 menunjukkan stok batu bara PLN untuk PLTU berada di kisaran 15,9 HOP, sementara untuk wilayah Jawa, Madura, dan Bali (Jamali) berada di level 10,31 HOP.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan