Sabtu, 11 Juli 2026

Rupiah Menguat ke Rp17.838 Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%

Rupiah Menguat ke Rp17.838 Usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,75%
BI Naikkan BI-Rate ke 5,75%, Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat [FOTO : NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan akhir pekan, Jumat (19/6/2026), dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat di level Rp17.838 per dolar AS. Berdasarkan data RTI Infokom, rupiah tercatat menguat 0,01% ke level tersebut. 

Di saat yang sama, mata uang kawasan Asia Pasifik bergerak variatif; yuan China turun 0,30%, dolar Hong Kong stagnan, dan yen Jepang naik 0,12%. Sementara itu, won Korea Selatan melemah 0,02%, dolar Singapura turun 0,05%, baht Thailand terkoreksi 0,15%, serta dolar Taiwan turun 0,11%.

Sebelumnya, pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mencatat pada perdagangan intraday kemarin rupiah sempat terdepresiasi sebesar 60 poin, namun pelemahan di akhir sesi berkurang sehingga rupiah ditutup pada Rp17.794 per dolar AS. Menurutnya, pasar keuangan hari ini didominasi sentimen kebijakan moneter.

Baca Juga

IHSG Dibuka Turun ke 5.801, Saham Perbankan Kompak Memerah

Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. 

Suku bunga Deposit Facility turut dinaikkan 25 bps menjadi 4,75%, dan suku bunga Lending Facility naik 25 bps menjadi 6,50%.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan pemerintah," kata Ibrahim, Kamis (18/6/2026).

Pada Senin (9/6/2026), BI telah menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Dengan demikian, dalam waktu kurang dari satu bulan, BI telah menaikkan suku bunga acuan total 75 basis poin. 

Langkah bank sentral ini sejalan dengan tren outflow asing masif di pasar modal yang memicu pelemahan rupiah sepanjang tahun berjalan.

 Ibrahim menilai pasar Indonesia tengah mengalami tekanan dan volatilitas akibat sikap wait and see pelaku pasar. Ibrahim memproyeksikan rupiah hari ini akan ditutup melemah di rentang Rp17.790 hingga Rp17.840 per dolar AS.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Awal Perdagangan 30 Juni: Rupiah dan IHSG Kompak Terperosok

Awal Perdagangan 30 Juni: Rupiah dan IHSG Kompak Terperosok

Update XRP 30 Juni: Menguat Tipis Ikuti Pemulihan Pasar Kripto

Update XRP 30 Juni: Menguat Tipis Ikuti Pemulihan Pasar Kripto

HUT ke-80: BNI Lanjutkan Transformasi Demi Kinerja Berkelanjutan (65 karakter)

HUT ke-80: BNI Lanjutkan Transformasi Demi Kinerja Berkelanjutan (65 karakter)

IHSG Anjlok 2,48 Persen, Investor Asing Tarik Dana Rp 85,96 Triliun

IHSG Anjlok 2,48 Persen, Investor Asing Tarik Dana Rp 85,96 Triliun

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam dan UBS Alami Penurunan

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian: Antam dan UBS Alami Penurunan