Sabtu, 11 Juli 2026

Dirut PLN Minta Maaf dan Ungkap Penyebab Mati Lampu Bergilir di Jawa

Dirut PLN Minta Maaf dan Ungkap Penyebab Mati Lampu Bergilir di Jawa
Dirut PLN, Darmawan Prasodjo.

JAKARTA — Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa beberapa waktu terakhir. 

Ia mengakui kesulitan yang dialami warga akibat gangguan pasokan listrik tersebut.

"Kami atas nama PT PLN Persero ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir," ujar Darmawan dalam konferensi pers, Jumat (19/6/2026).

Baca Juga

Siasati Ketergantungan Figur, Raffi Ahmad Ubah RANS Jadi Institusi IP

Darmawan menjelaskan bahwa akar permasalahan atau "biang kerok" dari pemadaman ini adalah adanya kendala teknis pada dua pembangkit listrik besar milik Independent Power Producer (IPP) di Pulau Jawa. 

Gangguan tersebut menyebabkan kedua pembangkit itu terpaksa keluar dari sistem kelistrikan, sehingga memicu defisit pasokan listrik.

Sebagai tindak lanjut, PLN saat ini tengah bekerja maksimal untuk mempercepat proses perbaikan pada dua PLTU tersebut. 

Selain itu, perusahaan tengah mengakselerasi proses kontrak dengan para pemasok batu bara, khususnya jenis medium rank coal, yang telah mendapatkan penugasan dari pemerintah.

Dalam upaya pemulihan ini, PLN terus berkoordinasi secara intensif dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM. 

Saat ini, pasokan batu bara dengan kandungan menengah tersebut sudah mulai mengalir ke PLTU-PLTU yang berada di seluruh penjuru Pulau Jawa guna memulihkan sistem kelistrikan agar kembali normal.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global