BMKG Edukasi Nelayan Rembang Antisipasi Cuaca Ekstrem Lewat SLCN
- Minggu, 21 Juni 2026
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendongkrak pemahaman informasi cuaca maritim untuk kalangan nelayan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, lewat agenda Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Tingkat Provinsi 2026 selaku langkah menyokong keselamatan serta kemakmuran masyarakat area pesisir.
"Agenda BMKG terkait Sekolah Lapang Cuaca Nelayan ini merupakan kegiatan rutin yang difokuskan untuk daerah pesisir. Tujuannya agar nelayan bisa lebih memahami dan selalu memperbarui informasi terkait cuaca," kata Anggota DPR RI Harmusa Oktaviani di Rembang, Minggu.
Menurut dirinya, BMKG wajib konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat, terkhusus para nelayan, supaya memaksimalkan penggunaan kanal resmi milik BMKG yang memuat kabar cuaca kemaritiman secara aktual.
Baca JugaCapaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah
Dengan begitu, para nelayan bisa menetapkan jadwal menjaring ikan secara lebih terlindungi serta penuh perhitungan.
"Ketika berangkat melaut, mereka mengetahui kondisi cuaca. Karena BMKG memberikan informasi cuaca sebagai acuan agar aktivitas melaut lebih aman," tuturnya.
Dirinya berpendapat bahwa penguasaan terhadap kabar prakiraan cuaca menjadi poin yang amat krusial, terkhusus bagi kalangan nelayan yang operasional kerjanya sangat bertumpu pada situasi alam serta rawan terdampak oleh cuaca ekstrem.
Harmusa mengimbuhkan bahwa agenda sekolah lapang cuaca nelayan ini bakal digulirkan secara bergantian di daerah pesisir lainnya, terkhusus di sepanjang kawasan Pantai Utara Jawa.
"Tahun ini di Kabupaten Rembang, selanjutnya bisa bergeser ke Kabupaten Pati atau daerah lain di sepanjang Pantai Utara karena memang saya berfokus di wilayah ini," ucapnya.
Lewat pelaksanaan agenda tersebut, BMKG diproyeksikan sanggup mendongkrak kecakapan para nelayan dalam menerjemahkan kabar cuaca sekaligus menetapkan opsi yang akurat sebelum bertolak melaut, agar potensi kecelakaan kerja akibat cuaca buruk dapat ditekan sekaligus menyokong tingkat hasil tangkapan dan kemakmuran warga pesisir.
Sementara itu, Direktur Meteorologi Penerbangan BMKG Achadi Subarkah Raharjo mengutarakan bahwa deseminasi kabar meteorologi maritim menjadi komponen krusial dalam mendongkrak aspek keselamatan sekaligus kemakmuran kaum nelayan.
"Upaya meningkatkan kesejahteraan dan keselamatan nelayan perlu didukung oleh sosialisasi informasi meteorologi maritim untuk kelautan," ujarnya.
Berdasarkan penilaian Achadi, BMKG tidak bisa bergerak sendirian demi menjangkau seluruh lapisan masyarakat sehingga memerlukan kolaborasi bersama jajaran pemerintah daerah guna mengakomodasi kegiatan ini agar kegunaannya dapat dinikmati oleh para nelayan.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












