Senin, 13 Juli 2026

BI Rate Kembali Naik, Dunia Usaha Khawatir Penjualan Anjlok

BI Rate Kembali Naik, Dunia Usaha Khawatir Penjualan Anjlok
Bank Indonesia (BI).

JAKARTA — Tren kenaikan suku bunga acuan (BI Rate) yang kini menyentuh 5,75% memicu kekhawatiran pelaku usaha di berbagai sektor industri. 

Kebijakan ini diambil Bank Indonesia (BI) dalam dua tahap pada Juni 2026 guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global.

Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, mengungkapkan bahwa kenaikan suku bunga memaksa pengusaha untuk menghitung ulang rencana investasi. 

Baca Juga

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

Sementara itu, sektor otomotif melalui Gaikindo menilai kenaikan bunga kredit kendaraan bermotor (KKB) akan menekan daya beli konsumen. 

"Jika suku bunga pinjaman KKB naik, penjualan akan turun dan membahayakan produksi, bahkan berisiko memicu PHK," ujar Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto.

Dampak yang lebih berat dirasakan sektor properti. Wakil Ketua Umum REI, Bambang Ekajaya, menyebut kenaikan bunga acuan sebagai pukulan telak bagi konsumen kelas menengah. 

Tingginya bunga KPR non-subsidi tidak hanya membuat calon pembeli menunda transaksi, tetapi juga menekan pemilik KPR eksisting dan meningkatkan risiko kredit macet. 

Di sisi pengembang, kenaikan suku bunga turut melambungkan biaya pendanaan proyek di saat permintaan pasar melesu.

Secara umum, pelaku usaha dari sektor ritel, otomotif, hingga properti memilih untuk menahan diri atau melakukan aksi wait and see terhadap kondisi ekonomi. 

Meski kenaikan suku bunga adalah langkah krusial untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional, para pengusaha berharap ada kebijakan pendukung agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan pemulihan industri tidak terhambat.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan