Senin, 13 Juli 2026

Indonesia Dapat Tambahan Pasokan LPG dari Proyek Inpex Australia

Indonesia Dapat Tambahan Pasokan LPG dari Proyek Inpex Australia
Tutup Celah Pasokan, RI Impor Tambahan LPG dari Australia [FOTO: NET].

JAKARTA — Indonesia kini memperoleh tambahan pasokan liquefied petroleum gas (LPG) dari Australia guna mengatasi kekurangan akibat terhambatnya distribusi dari Timur Tengah. Kondisi ini muncul seiring dengan penutupan Selat Hormuz yang memberikan dampak signifikan terhadap rantai pasok energi secara global.

Sepanjang tahun 2026, volume kargo LPG dari Australia yang dikirim ke Indonesia melonjak setidaknya tiga kali lipat dibandingkan periode tahun 2025. Pasokan tersebut diperoleh dari Ichthys Project yang dikelola oleh INPEX.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, menyampaikan bahwa pengiriman kargo tambahan ini membantu Indonesia dalam memenuhi kebutuhan LPG pada masa yang krusial. 

Baca Juga

Capaian Sensus Ekonomi 2026: Nasional 40%, Papua Pegunungan Terendah

“Ketika gangguan di Timur Tengah memengaruhi rantai pasok global, Indonesia dan Australia saling mendukung dengan meningkatnya ekspor urea Indonesia ke Australia serta bertambahnya pasokan LPG Australia ke Indonesia," ujar Brazier, dikutip dari siaran pers, Selasa (23/6/2026).

Kepala Pusat Strategi Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menyatakan bahwa kerja sama ini mencerminkan persahabatan serta kemitraan yang erat antara kedua negara. 

"Hal ini menunjukkan bagaimana kedua negara dapat bekerja sama untuk memperkuat ketahanan energi, meningkatkan resiliensi rantai pasok, serta mendorong kepentingan ekonomi bersama," tutur Vahd.

Penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan berhentinya salah satu sumber pasokan utama LPG dunia, yang berdampak bagi rumah tangga serta dunia usaha yang menggunakannya untuk memasak. 

Kargo LPG dari Australia berasal dari Ichthys Project yang beroperasi di Australia Barat dan Northern Territory, yang juga mempertegas keterkaitan erat antara industri Indonesia dan sektor sumber daya Australia.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Risiko Fiskal Menanti, Pemerintah Diminta Evaluasi Mandatori B50

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dukung Swasembada Pangan, Lima Bendungan Baru Resmi Beroperasi

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dermaga Minim, Gapasdap: Kapal Penyeberangan Jawa-Bali Menganggur

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Dekopin Berkomitmen Modernisasi Koperasi Lewat Regenerasi Gen Z

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan

Kemenekraf Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Pusat Perbelanjaan