Sabtu, 11 Juli 2026

Harga Buyback Emas Antam Anjlok ke Bawah Level Awal 2026

Harga Buyback Emas Antam Anjlok ke Bawah Level Awal 2026
Ambles Rp52.000, Buyback Emas Antam Kamis Ini Jadi Rp2.320.000 [FOTO: NET].

JAKARTA - Nilai transaksi jual kembali (buyback) untuk komoditas emas produk Antam terpantau merosot hingga menyentuh level di bawah harga pembukaan awal tahun 2026. 

Bersandarkan pada pembaruan data Logam Mulia pada Kamis (25/6/2026), nilai buyback emas Antam terkoreksi sedalam Rp52.000 menuju posisi Rp2.320.000. Kedudukan tersebut berada di bawah angka banderol awal tahun 2026.

Dalam himpunan catatan Bisnis, nominal buyback emas Antam bertengger di angka Rp2.360.000 pada periode awal tahun ini. Nilai tersebut sempat merangkak naik hingga sukses memecahkan rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) pada level Rp2.989.000 di penghujung Januari 2026.

Baca Juga

Saham BBCA, MORA & ASII Pimpin Penguatan IHSG di Pagi Ini

Seperti yang telah dimengerti, nilai buyback emas Antam bertindak sebagai standar acuan aktivitas pembelian kembali oleh pihak PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang dihitung berdasarkan ukuran bobot 1 gram. Ritme pergerakannya berjalan selaras dengan fluktuasi nilai logam mulia di pasar internasional.

Mekanisme buyback emas sendiri merupakan sebuah transaksi pelepasan atau penjualan kembali aset emas, baik yang berupa produk logam mulia, batangan, maupun perhiasan.

 Lumrahnya, nominal yang dipasang bakal lebih rendah ketimbang harga jual yang berlaku pada momen tersebut. Walau demikian, aktivitas buyback emas dinilai tetap dapat menghasilkan profit asalkan terdapat rentang selisih yang lebar antara nilai beli awal dengan harga buyback saat ini.

Menyelaraskan pada regulasi PMK No. 34/PMK.10/2017, agenda penjualan kembali komoditas emas batangan ke pihak Antam dengan nilai nominal di atas Rp10 juta bakal dibebani pungutan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi para pemilik kartu NPWP dan tarif 3 persen peruntukan non-NPWP. 

Adapun potongan PPh 22 atas aktivitas transaksi buyback tersebut akan langsung dipangkas dari total akumulasi nilai buyback yang diterima.

Berdasarkan laporan Bisnis sebelumnya, ahli strategi komoditas dari Morgan Stanley memproyeksikan bahwa pergerakan harga emas bakal menemui hambatan untuk menembus target optimis (bullish) di level US$5.200 per ons pada paruh kedua tahun 2026, terkecuali jika terjadi pemulihan yang masif pada arus masuk dana ETF.

Amy Gower bersama Martijn Rats lewat ringkasan catatan risetnya memaparkan bahwa walaupun tren pembelian emas oleh jajaran bank sentral diprediksi tetap berjalan, arus modal ETF dinilai jauh lebih sensitif terhadap dinamika fluktuasi ekspektasi suku bunga acuan.

"Bagian yang hilang adalah permintaan ETF, yang kemungkinan akan tetap sensitif terhadap jalur Fed, imbal hasil riil, dan dolar," kata mereka, melansir Kitco, Rabu (24/6/2026).

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pasar Nanti Data Inflasi, Rupiah Dibuka Turun Menjadi Rp17.961

Pasar Nanti Data Inflasi, Rupiah Dibuka Turun Menjadi Rp17.961

Hadapi Tantangan Global, Bank Jakarta dan BEI Dorong Transformasi

Hadapi Tantangan Global, Bank Jakarta dan BEI Dorong Transformasi

Prabowo: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Prabowo: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942