Sabtu, 11 Juli 2026

Brantas Abipraya Kebut Bendungan Bulango Ulu demi Ketahanan Pangan

Brantas Abipraya Kebut Bendungan Bulango Ulu demi Ketahanan Pangan
Progres Capai 94,99 Persen, Bendungan Bulango Ulu Dipercepat [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Brantas Abipraya (Persero), sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di industri konstruksi, konsisten memacu perwujudan pembangunan fisik Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dengan misi menyokong ketahanan pangan, ketersediaan air baku, beserta pengadaan energi baru terbarukan.

“Melalui percepatan penyelesaiannya, kami berharap bendungan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, mendukung energi baru terbarukan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Gorontalo," ujar Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (26/06/2026).

Bendungan Bulango Ulu dikategorikan ke dalam salah satu Proyek Strategis Nasional yang memegang peranan krusial dalam memperkukuh ketahanan pangan nasional. Hingga saat ini, capaian pengerjaan fisiknya dilaporkan sudah menyentuh angka 94,99 persen, ucapnya mengimbuhkan.

Baca Juga

Siasati Ketergantungan Figur, Raffi Ahmad Ubah RANS Jadi Institusi IP

Infrastruktur Bendungan Bulango Ulu mengantongi daya tampung volume hingga 140,95 juta meter kubik disertai kapasitas volume efektif sebesar 58,61 juta meter kubik.

Pascaresmi dioperasikan kelak, dalam penjelasannya, infrastruktur air tersebut diproyeksikan sanggup menyuplai air untuk sekitar 4.950 hektare kawasan lahan pertanian lewat Daerah Irigasi Alale, Lomaya, dan Pilohayanga demi mendongkrak produktivitas sektor agraria di wilayah Gorontalo.

Di samping itu, ia mengutarakan bahwa bendungan tersebut diproyeksikan mampu memasok kebutuhan air baku berkapasitas 2,2 meter kubik per detik guna mencukupi keperluan domestik rumah tangga maupun sektor industri.

Bukan sekadar menyokong ketahanan di sektor pangan, eksistensi Bendungan Bulango Ulu diestimasikan andal dalam menekan risiko ancaman banjir pada area hilir Sungai Bolango hingga melampaui angka 80 persen, sekaligus memproduksi daya listrik ramah lingkungan via Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) berkekuatan 4,96 Megawatt.

Area genangan pada bendungan ini juga menyimpan potensi menjanjikan untuk diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata baru serta sentra kegiatan olahraga air yang mampu memantik roda perekonomian warga lokal.

Menilik pada aspek teknisnya, pengerjaan proyek tersebut mengadopsi metode teknologi urugan batu berinti tegak (rockfill dam with vertical core) dengan sokongan struktur spillway, terowongan pengelak, beserta sarana hidromekanikal berspesifikasi standar tinggi.

Ia menandaskan bahwa implementasi inovasi di bidang konstruksi pada proyek tersebut bahkan sukses menorehkan prestasi berupa Rekor MURI atas kepemilikan terowongan spillway bertipe Free Over Flow Elevated yang memiliki derajat kemiringan paling tinggi sekaligus bentang terlebar di tanah air.

Dian mengimbuhkan pula bahwa indikator kesuksesan dari realisasi proyek infrastruktur tidak hanya ditakar berlandaskan aspek fisiknya semata, melainkan turut ditentukan oleh kualitas tata kelola yang diimplementasikan sepanjang proses pengerjaan berjalan.

“Bendungan Bulango Ulu kami bangun dengan mengedepankan integritas, keberlanjutan, serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan," ujar dia.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global