Sabtu, 11 Juli 2026

LRNA Masuk Bisnis Kargo Semester II/2026 demi Perbaiki Kinerja

LRNA Masuk Bisnis Kargo Semester II/2026 demi Perbaiki Kinerja
Pacu Pendapatan, Lorena Kolaborasi Masuk Lini Bisnis Kargo [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten yang bergerak di sektor transportasi darat, PT Eka Sari Lorena Transport Tbk. (LRNA), tengah mempersiapkan langkah diversifikasi usaha melalui pendelegasian lini layanan kargo pada semester II/2026 sebagai mesin penggerak pertumbuhan yang baru. 

Langkah strategis ini dieksekusi oleh perusahaan guna mengeskalasi perolehan pendapatan serta memulihkan margin laba di tengah ketatnya tekanan pada bisnis angkutan penumpang antarkota antarprovinsi (AKAP).

Direktur Pelaksana Lorena Dwi Rianta Soerbakti mengungkapkan bahwa sektor layanan kargo tersebut bakal direalisasikan lewat skema sinergi bersama ESL Express yang bertindak sebagai perusahaan afiliasi (sister company) perseroan.

Baca Juga

Siasati Ketergantungan Figur, Raffi Ahmad Ubah RANS Jadi Institusi IP

"Kami berencana meluncurkan layanan kargo berkolaborasi dengan ESL Express pada semester II 2026," ujarnya dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Jumat (26/6/2026).

Berlandaskan pemaparan Dwi, sektor bisnis kargo menjadi opsi utama lantaran dinilai sanggup menyumbangkan pendapatan ekstra tanpa memicu pembengkakan pos biaya operasional secara masif. 

Manajemen perseroan mengalkulasi bahwa model bisnis pengiriman barang ini mengantongi potensi margin keuntungan yang jauh lebih menjanjikan ketimbang core bisnis angkutan penumpang.

"Layanan kargo akan memberikan tambahan pendapatan yang cukup baik sekaligus meningkatkan net profit margin karena tidak ada tambahan biaya operasional yang besar," katanya.

Bukan sekadar mengekspansi sektor bisnis kargo, LRNA juga intensif memperkokoh lini bisnis rental kendaraan. 

Dalam waktu dekat, perseroan memproyeksikan perolehan kesepakatan kontrak baru yang bakal memicu penambahan kuantitas unit armada sewa, sehingga mampu memproduksi pendapatan berulang (fixed income).

Manajemen perseroan pun menjadwalkan agenda peremajaan serta rekondisi unit armada secara bertahap mulai semester II/2026. Kebijakan ini diyakini andal dalam mendongkrak tingkat produktivitas armada sekaligus menyokong pencapaian target pertumbuhan jangka panjang hingga periode 2027.

"Penambahan armada dan rekondisi armada akan menjadi salah satu strategi utama untuk mencapai target pertumbuhan pada 2026 dan berlanjut hingga 2027," ujar Dwi.

Dirinya memelihara sikap optimistis bahwasanya performa bisnis perseroan pada 2026 bakal menorehkan rapor yang lebih impresif dibanding capaian tahun sebelumnya. 

Hingga penutupan semester I/2026, realisasi capaian kinerja dinilai telah memperlihatkan tren pemulihan, sementara implementasi dari rangkaian strategi anyar pada semester II diharapkan sanggup mengokohkan struktur pendapatan sekaligus profitabilitas.

Menilik pada koridor pemasaran, LRNA konsisten memperlebar jangkauan kanal penjualan berbasis digital lewat penguatan layanan e-ticketing, termasuk kerja sama pemasaran tiket di sejumlah platform digital komersial seperti Traveloka, RedBus, Alfamart, dan Indomaret. Perseroan turut membangun ekosistem teknologi informasi yang terpadu guna menaikkan efisiensi operasional, mulai dari fase front-end hingga ke level back-end.

Langkah penghematan lainnya ditempuh perusahaan melalui pengetatan pengawasan pos biaya operasional, melakukan kalkulasi atas penggunaan bahan bakar, hingga restrukturisasi jumlah tenaga kerja.

Dwi tidak memungkiri bahwa industri bus AKAP sampai saat ini masih dilingkupi tantangan yang masif. 

Pihak perseroan bahkan telah menggulirkan langkah evaluasi menyeluruh terhadap operasional jaringan trayek di sepanjang tahun 2025 yang memicu konsekuensi berupa penurunan omzet.

Berdasarkan penuturannya, bisnis bus penumpang harus berhadapan dengan rivalitas yang sengit dari moda transportasi kereta api dan pesawat terbang, khususnya untuk koridor rute gemuk di kawasan Pulau Jawa. 

Di lain sisi, preferensi masyarakat kian bergeser ke adopsi kendaraan pribadi maupun jasa travel seiring dengan makin terkoneksinya infrastruktur jalan tol.

Di sudut lain, beban operasional terus merangkak naik imbas dari lonjakan harga komponen suku cadang yang terimbas depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, di kala ruang untuk mengerek tarif tiket kian menyusut akibat ketatnya iklim kompetisi.

Perseroan pun terbentur pada persoalan regenerasi pengemudi serta awak bus. Mayoritas pramudi mulai memasuki masa purnatugas, sedangkan ketertarikan dari generasi muda untuk berkarier sebagai sopir bus AKAP tergolong masih minim.

Sepanjang tahun buku 2025, LRNA membukukan akumulasi pendapatan senilai Rp59,52 miliar, yang disokong oleh lini bus AKAP sebesar Rp47,68 milar, segmen shuttle bus senilai Rp7,81 miliar, serta bus jarak pendek sebesar Rp4,03 miliar. 

Koreksi pendapatan ini utamanya disebabkan oleh selesainya dua kontrak kemitraan pada divisi rental.

Dari sisi profitabilitas, perseroan menelan kerugian kotor sebesar Rp1,26 miliar, berbalik arah dari perolehan laba kotor senilai Rp3,72 miliar pada tahun 2024. 

Adapun beban pendapatan langsung membengkak ke angka Rp60,78 miliar, dengan rincian biaya bahan bakar minyak sebesar Rp15,44 miliar, penyusutan nilai armada Rp18,22 miliar, serta alokasi ongkos penyeberangan, terminal, dan tol senilai Rp9,47 miliar.

Total aset yang didekap perseroan berada di angka Rp303,47 miliar pada penutupan tahun 2025, atau menyusut 9,3% secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, pos liabilitas berhasil ditekan turun 17,88% ke level Rp36,73 miIiar, dan posisi ekuitas terkikis sebesar 7,97% menjadi Rp266,74 miIiar.

Guna membalikkan keadaan performa keuangan pada tahun 2026, perseroan menerapkan kebijakan efisiensi yang berlapis. Pola ini dimulai dari peninjauan ulang rute bersandarkan batas keterisian minimum (break-even load factor), memantau konsumsi BBM berbasis realisasi jarak tempuh, hingga mengintensifkan program perawatan preventif unit armada demi meminimalkan ongkos perbaikan dan menekan jumlah armada yang tidak beroperasi.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global