Sabtu, 11 Juli 2026

MIND ID Targetkan Pangkas Dua Juta Ton Emisi Gas Rumah Kaca

MIND ID Targetkan Pangkas Dua Juta Ton Emisi Gas Rumah Kaca
Dukung Target Indonesia, MIND ID Tekan Emisi 2 Juta Ton CO2 pada 2030 [FOTO: NET].

JAKARTA - Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) sebanyak 15,5 persen atau setara dengan dua juta ton CO2 (CO2e) menjelang tahun 2030.

"Kami berkomitmen mendukung target Indonesia dalam mencapai second NDC tahun 2030 serta aspirasi net zero emissions Indonesia," kata Division Head of Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut Binahidra, target pengurangan emisi ini ditetapkan di tengah prediksi lonjakan kebutuhan energi yang hampir dua kali lipat akibat program hilirisasi mineral strategis nasional. 

Baca Juga

Siasati Ketergantungan Figur, Raffi Ahmad Ubah RANS Jadi Institusi IP

Ia menjelaskan bahwa tantangan dekarbonisasi di sektor pertambangan semakin rumit di tengah ekspansi hilirisasi yang menjadi mandat utama perusahaan.

Program hilirisasi menuntut energi dalam jumlah besar, sehingga MIND ID terus mengintegrasikan inisiatif keberlanjutan agar pengendalian emisi GRK tetap optimal. 

"Dengan mandat hilirisasi yang diberikan kepada MIND ID, kebutuhan energi operasional kami diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat pada 2030. Terlebih, emisi ini diproyeksikan bisa meningkat sekitar 2,1 kali lipat apabila tidak dilakukan intervensi," ujarnya.

Proyeksi perusahaan menunjukkan kebutuhan energi Grup MIND ID akan melonjak lebih dari 90 persen, dari 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ di 2030. 

Tanpa intervensi, emisi GRK diperkirakan naik dari 6.100 kiloton menjadi 12.900 kiloton CO2e pada periode tersebut. 

Peningkatan ini sejalan dengan perluasan proyek, seperti tambang di Kalimantan, ekosistem baterai di Halmahera Timur, pembangunan smelter, hingga penambangan bawah laut.

Untuk menyelaraskan hilirisasi dengan kelestarian lingkungan, MIND ID melakukan konversi ke bahan bakar rendah karbon, seperti penggunaan biodiesel B40, beralih dari high speed diesel (HSD) ke liquefied natural gas (LNG), serta memanfaatkan listrik PLN. PT Bukit Asam Tbk, misalnya, telah mengganti truk berbahan bakar fosil dengan bucket wheel excavator (BWE) yang mampu menurunkan emisi sebesar 5.200 ton CO2e per tahun.

 PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) juga melakukan konversi HSD ke LNG di baking plant yang memangkas emisi sebanyak 3.700 ton CO2e.

Selain itu, MIND ID memperluas energi terbarukan melalui pemanfaatan biomassa oleh PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) dan instalasi PLTS 300 kWp oleh PT Timah Tbk. Perusahaan juga mengembangkan skema offset karbon, penggunaan renewable energy certificate (REC), dan berpartisipasi dalam perdagangan karbon.

Binahidra menegaskan bahwa dekarbonisasi adalah kunci daya saing produk mineral Indonesia di pasar global yang kini semakin ketat dalam aspek keberlanjutan. "Karena itu, seluruh strategi kami harus mengintegrasikan aspek ESG ke dalam operasional perusahaan," ujar Binahidra.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global