Menkes Sebut Stevia Lebih Baik dari Gula, Cukup Satu Tetes
- Senin, 29 Juni 2026
JAKARTA - Stevia kembali menjadi pusat perhatian usai Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan alasan mengapa pemanis alami tersebut dianggap lebih unggul ketimbang pemanis buatan untuk dikonsumsi dalam minuman sehari-hari.
Lewat publikasi video di akun Instagram pribadinya, @bgsadikin, pada 19 Juni 2026, Budi memaparkan bahwa stevia dapat dimanfaatkan sebagai opsi pengganti bagi warga yang tetap ingin merasakan sensasi manis tanpa perlu memperbanyak pasokan kalori.
Menurut dia, produk minuman yang memakai stevia berhak menduduki kategori Nutri-Level B, klasifikasi yang lebih bagus ketimbang minuman berpemanis buatan yang pada umumnya tertahan di level C atau D.
Baca JugaOlah Batin Tak Harus Duduk: Kenali Manfaat Meditasi Berjalan
"Stevia ini adalah pemanis alami yang berasal dari daun dan zat aktifnya namanya stevio," kata Budi dalam video tersebut.
Mengapa stevia dinilai lebih baik?
Budi memaparkan, stevia diambil dari tumbuhan Stevia rebaudiana dan mengantongi unsur aktif bernama steviol glycosides. Elemen inilah yang memicu munculnya rasa manis yang amat kuat. Menurutnya, satu tetes stevia mampu memicu rasa manis yang setara dengan 100 sampai 400 kali lipat manisnya gula pasir biasa.
"Jadi, kalau kami pakai pemanis stevia, saya kasih nilai B," ujar Budi.
Ia menegaskan bahwa pemakaian stevia tidak perlu berlebihan lantaran kadar kemanisannya sudah amat pekat. Oleh sebab itu, satu tetes saja umumnya telah memadai untuk segelas minuman.
Stevia disebut nol kalori
Dalam paparannya, Budi menyampaikan bahwa kelayakan stevia mengantongi Nutri-Level B dipicu oleh kadar kalorinya yang berada di angka nol.
Di samping itu, stevia pun mempunyai indeks glikemik nol, sehingga tidak memicu dampak yang serupa dengan gula biasa terhadap fluktuasi kadar gula di dalam darah.
"Ini nol kalori. Sangat cocok buat kalian yang mau hidup sehat tapi hidupnya manis juga," kata Budi.
Merujuk pada penjelasan yang menyertai publikasi tersebut, minuman dengan tambahan stevia tetap mendapat predikat nilai B lantaran diolah dari unsur alam serta tidak menyumbangkan kalori.
Di sisi lain, kelompok Nutri-Level A cuma bisa diraih oleh produk minuman yang sama sekali bersih dari pemakaian pemanis ekstra.
Berbeda dengan pemanis buatan
Budi menyandingkan stevia dengan bahan pemanis buatan yang kerap diaplikasikan pada produk minuman rendah gula. Menurutnya, komoditas minuman yang memakai pemanis sintetis umumnya masuk dalam golongan C atau D pada metode pemeringkatan Nutri-Level.
"Kalau pakai pemanis buatan seperti ini, saya kasih nilai C atau D," ujarnya.
Oleh karena itu, stevia dipandang dapat menjadi opsi bagi warga yang berniat memangkas konsumsi gula namun tetap mengharapkan cita rasa manis di dalam minuman mereka.
Tetap perlu cermat saat membeli produk stevia
Walau begitu, Budi mengimbau masyarakat untuk tetap selektif saat berbelanja produk stevia yang beredar di pasaran. Sebab, tidak seluruh komoditas yang dipasarkan berlabel stevia benar-benar murni berisi sari ekstrak stevia.
Dalam penjelasannya, ia memaparkan bahwa sebagian komoditas stevia turut memuat tambahan bahan pemanis lain, contohnya sucralose serta erythritol.
Ada pula produk yang dikombinasikan dengan maltodekstrin, yakni jenis karbohidrat yang kerap diaplikasikan sebagai elemen pengisi dalam produk pemanis bubuk sasetan.
Menurut Budi, kehadiran zat maltodekstrin ini wajib diwaspadai lantaran masih membawa kandungan kalori dan bisa berimbas pada kadar gula darah.
Oleh karena itu, publik dianjurkan untuk memeriksa tabel komposisi produk sebelum bertransaksi, khususnya bagi kalangan penderita diabetes yang wajib lebih waspada dalam menyortir pemanis ekstra.
Budi menegaskan bahwa stevia bisa menjadi opsi pemanis pengganti untuk warga yang hendak menerapkan pola hidup lebih sehat, sepanjang diaplikasikan sesuai takaran kebutuhan serta disaring dari produk dengan perpaduan komposisi yang tepat.
"Jadi, stevia ini bisa jadi alternatif kalau mau hidup sehat tapi tetap manis," tulis Budi dalam unggahan tersebut.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












