Sabtu, 11 Juli 2026

Harga Telur Merosot, Peternak Lampung Timur Merugi Tiga Bulan

Harga Telur Merosot, Peternak Lampung Timur Merugi Tiga Bulan
Peternak Lampung Timur Panik Harga Telur Turun dan Pakan Naik [FOTO: NET].

JAKARTA - Pelaku usaha ayam petelur di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, didera kecemasan lantaran kondisi bisnis yang semakin terhimpit. 

Sepanjang tiga bulan belakangan, nilai jual telur ayam di level peternak konsisten anjlok, sedangkan ongkos produksi malah kian melambung dipicu oleh naiknya harga pakan.

Keadaan tersebut kian pelik lantaran diperparah oleh menyusutnya daya beli pasar. Walaupun nilai jual telur terus merosot, penyerapan dari pihak pengecer maupun pembeli tak kunjung pulih, sehingga memicu kekhawatiran para peternak akan potensi kerugian yang jauh lebih masif.

Baca Juga

Update Harga Pangan: Cabai Anjlok, Mayoritas Komoditas Melemah

Salah satu pelaku usaha ayam petelur di Lampung Timur, Masrokan, menuturkan nilai jual telur di level peternak saat ini cuma menyentuh kisaran Rp 23.000 per kilogram. Nominal tersebut menyusut sekitar Rp 4.000 jika disandingkan dengan harga pada Maret 2026 yang kala itu masih menyentuh angka Rp 27.000 per kilogram.

"Sejak Maret sampai sekarang, harga telur di kandang turun sekitar Rp 4.000 per kilogram. Sekarang hanya sekitar Rp 23.000," ujar Masrokan, Selasa (30/6/2026).

Di pihak lain, ongkos operasional justru konsisten merangkak naik. Berdasarkan penjelasannya, nilai jual pakan ayam melonjak hingga Rp 35.000 per karung dengan bobot 50 kilogram semenjak Maret kemarin.

"Yang memberatkan kami bukan hanya harga telur yang turun, tetapi harga pakan juga naik sampai Rp 35.000 per karung. Biaya produksi otomatis semakin tinggi," katanya.

Masrokan mengonfirmasi bahwa dinamika ini mengakibatkan margin keuntungan para peternak kian terkikis. Malahan, sebagian pelaku usaha mulai cemas bisnis mereka tidak sanggup eksis lagi jika tren negatif ini terus berlanjut tanpa henti.

"Dengan harga jual seperti sekarang dan permintaan pasar yang lesu, kami sudah sangat merugi. Kalau kondisi ini terus terjadi, banyak peternak yang terancam gulung tikar," katanya.

Dia mendesak agar pihak otoritas atau pemerintah lekas mengambil tindakan melalui intervensi pasar supaya nilai jual telur dapat kembali normal. Baginya, kebijakan itu amat krusial guna memelihara napas usaha para peternak sekaligus menekan potensi kerugian yang lebih masif.

"Kami berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menstabilkan harga telur. Kalau tidak ada intervensi, peternak kecil akan semakin sulit bertahan," tutur Masrokan.

Para pelaku usaha sangat menghendaki situasi pasar dapat lekas pulih agar nilai jual telur kembali menyentuh level yang memberikan profit.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pembatasan Solar Bikin Ritase Menurun dan Picu Antrean Panjang

Pembatasan Solar Bikin Ritase Menurun dan Picu Antrean Panjang

Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Turun Juli, Ini Kata Bahlil

Harga BBM Non-Subsidi Berpotensi Turun Juli, Ini Kata Bahlil

Kementerian PU Bangun 4 Jembatan Gantung di Provinsi Banten

Kementerian PU Bangun 4 Jembatan Gantung di Provinsi Banten

IPS Sebut Hilirisasi Jadi Penggerak Utama Investasi Era Prabowo

IPS Sebut Hilirisasi Jadi Penggerak Utama Investasi Era Prabowo

Menhub: Bandara Husein Aktif Tak Ganggu Peran Kertajati

Menhub: Bandara Husein Aktif Tak Ganggu Peran Kertajati