Sabtu, 11 Juli 2026

Inflasi Juni 2026: Harga BBM Geser Peran Pangan Jadi Pemicu Utama

Inflasi Juni 2026: Harga BBM Geser Peran Pangan Jadi Pemicu Utama
Bensin Jadi Penyumbang Terbesar Inflasi Juni 2026, Lampaui Pangan [FOTO: NET].

JAKARTA - Dinamika inflasi Indonesia pada Juni 2026 menunjukkan pergeseran pola yang signifikan. Jika biasanya tekanan harga didominasi oleh kelompok bahan pangan, bulan ini sektor transportasi justru muncul sebagai pendorong utama inflasi bulanan. 

Faktor pemicu paling dominan dari pergeseran ini adalah kenaikan harga bensin yang berdampak langsung pada Indeks Harga Konsumen (IHK).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2026 mencapai 0,44 persen secara bulanan (month-to-month). Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year) berada di angka 3,34 persen dan inflasi tahun kalender (year-to-date) menyentuh 1,79 persen. 

Baca Juga

Penyaluran Bansos Tahap 3 Dimulai Juli 2026, Ada Data KPM Baru

Meskipun inflasi nasional masih di kisaran tiga persen secara tahunan, komposisi penyumbangnya telah berubah.

Kelompok transportasi mencatatkan inflasi bulanan sebesar 2,29 persen, yang merupakan angka tertinggi di antara seluruh kelompok pengeluaran. 

Sektor ini memberikan andil sebesar 0,28 persen terhadap inflasi nasional, jauh melampaui kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang hanya berkontribusi sebesar 0,06 persen.

Secara rinci, bensin menjadi penyumbang utama dengan andil inflasi bulanan sebesar 0,21 persen. Selain bensin, tarif angkutan udara menyumbang 0,05 persen dan pelumas mesin sebesar 0,01 persen. Dominasi bensin ini menegaskan bahwa perubahan harga energi memiliki dampak besar terhadap inflasi bulanan.

Sebagai perbandingan, kontribusi bensin terhadap inflasi bulanan bahkan mencapai lebih dari lima kali lipat dibandingkan bawang merah, yang tercatat sebagai komoditas pangan dengan andil inflasi terbesar yaitu sebesar 0,04 persen. 

Berbeda dengan gambaran bulanan, inflasi tahunan masih didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,67 persen, dengan ikan segar sebagai komoditas penyumbang terbesar.

BPS juga mencatat adanya deflasi pada beberapa komoditas, seperti daging ayam ras dan telur ayam ras, yang membantu menahan laju inflasi. 

Secara historis, tingkat inflasi pada Juni 2026 ini tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama dalam dua tahun sebelumnya, yang menunjukkan tekanan harga di pertengahan 2026 lebih besar.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BPS Catat Nilai Tukar Petani Juni 2026 Turun Menjadi 127,65

BPS Catat Nilai Tukar Petani Juni 2026 Turun Menjadi 127,65

BPS Catat Harga Beras Naik Juni 2026, Jenis Premium Melonjak Tinggi

BPS Catat Harga Beras Naik Juni 2026, Jenis Premium Melonjak Tinggi

Peternak Ayam di Kota Batu Kurangi Populasi demi Bertahan

Peternak Ayam di Kota Batu Kurangi Populasi demi Bertahan

Harga BBM Pertamina di Jatim Per 1 Juli 2026, Non-Subsidi Turun

Harga BBM Pertamina di Jatim Per 1 Juli 2026, Non-Subsidi Turun

Harga Telur Ayam Drop, Peternak di Batu Mengeluh Rugi Besar

Harga Telur Ayam Drop, Peternak di Batu Mengeluh Rugi Besar