Sabtu, 11 Juli 2026

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Ambles ke Rp17.950 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah, Ambles ke Rp17.950 per Dolar AS
Defisit Dagang dan Data Kerja AS Tekan Rupiah ke Rp17.950 [FOTO: NET].

JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup terkoreksi di hadapan dolar AS pada hari ini, Rabu (1/7/2026). Nilai rupiah mendarat melemah hingga menyentuh angka Rp17.950 per dolar AS. Kemerosotan rupiah ini terjadi beriringan dengan penurunan sejumlah mata uang regional di kawasan Asia lainnya.

Berdasarkan publikasi data RTI Infokom terhadap pergerakan mata uang Asia lainnya, yuan China ditutup menyusut 0,16%, dolar Hong Kong turun 0,01%, dan yen Jepang terdepresiasi 0,07%. 

Selanjutnya, won Korea Selatan melemah 0,19%, dolar Singapura merosot 0,21%, baht Thailand turun 0,21%, serta dolar Taiwan terkikis 0,15% pada sore ini.

Baca Juga

Saham BBCA, MORA & ASII Pimpin Penguatan IHSG di Pagi Ini

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong memaparkan bahwa rupiah beserta mata uang regional Asia, maupun jajaran mata uang utama dunia, secara umum rontok terhadap dolar AS imbas rilis data ketenagakerjaan AS yang solid sehingga memicu ekspektasi pidato hawkish dari kepala The Fed pada malam nanti.

“Dari domestik, data perdagangan yang mengecewakan menunjukkan penurunan pada ekspor dan defisit pertama kali sejak April 2020 ikut menekan rupiah,” ujar Lukman, Rabu (1/7/2026).

Menatap perdagangan esok hari, Lukman mengutarakan bahwa para pelaku pasar tengah mengantisipasi pidato hawkish dari Kepala The Fed Warsh serta publikasi data ISM manufaktur AS pada malam nanti.

Di samping itu, penanam modal pun terus mencermati kelanjutan perkembangan terkait meja perundingan damai antara AS dan Iran yang berlangsung di Qatar. 

Para pelaku pasar diproyeksikan bakal cenderung menjauhi mata uang dari negara berkembang (emerging market) untuk esok hari lantaran bersiap mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS NFP besok.

Lukman memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif pada kisaran Rp17.900-Rp18.050 per dolar AS. Di lain pihak, pengamat komoditas dan mata uang Ibrahim Assuaibi memprediksi mata uang rupiah bakal ditutup tertekan pada rentang Rp17.950-Rp18.010 per dolar AS untuk perdagangan esok hari.

Ibrahim menjabarkan bahwa stimulus negatif bagi rupiah hari ini bersumber dari bayang-bayang ketidakpastian atas progres perundingan damai AS-Iran yang mempertahankan posisi risiko geopolitik di pasar, kendati volume produksi minyak mentah AS menembus rekor tertinggi yang menegaskan adanya lonjakan pasokan global.

Para investor menurut penilaiannya juga terus mengawal data pasar tenaga kerja AS sepanjang pekan ini guna menangkap sinyal teranyar mengenai arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya. 

Laporan JOLTS pada hari Selasa memperlihatkan bahwa Lowongan Kerja merangkak naik ke angka 7,594 juta pada bulan Mei, mengungguli ekspektasi awal pasar yang berada di level 7,3 juta.

Sementara itu, Indeks Kepercayaan Konsumen Conference Board AS untuk periode Juni terpantau berangsur membaik lantaran tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran berhasil memangkas harga bahan bakar. 

Fokus pasar saat ini tengah beralih pada laporan Perubahan Ketenagakerjaan ADP yang siap dipublikasikan malam ini, sebelum kemudian disusul oleh rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) pada hari Kamis, yang dikeluarkan sehari lebih cepat di tengah pekan yang memendek imbas hari libur nasional di AS.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pasar Nanti Data Inflasi, Rupiah Dibuka Turun Menjadi Rp17.961

Pasar Nanti Data Inflasi, Rupiah Dibuka Turun Menjadi Rp17.961

Hadapi Tantangan Global, Bank Jakarta dan BEI Dorong Transformasi

Hadapi Tantangan Global, Bank Jakarta dan BEI Dorong Transformasi

Prabowo: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Prabowo: Hukum Tidak Boleh Jadi Alat Balas Dendam Politik

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942