Sabtu, 11 Juli 2026

Jaga Stabilitas Harga, Allo Bank Siapkan Buyback Rp200 Miliar

Jaga Stabilitas Harga, Allo Bank Siapkan Buyback Rp200 Miliar
Allo Bank (BBHI) Gelar Buyback Saham Maksimal Rp200 Miliar [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) mengagendakan aksi korporasi berupa pembelian kembali atau buyback saham dengan alokasi dana maksimal Rp200 miliar di kala situasi pergerakan pasar tengah bergejolak tajam, guna mengawal stabilitas harga saham agar lebih selaras dengan kondisi fundamental serta performa perusahaan.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang diserahkan kepada pihak regulator dan Bursa Efek Indonesia (BEI), agenda buyback dijadwalkan bergulir terhitung sejak 1 Juli hingga 1 September 2026.

 Pendanaan untuk merealisasikan langkah korporasi ini bakal bersumber dari pos saldo laba ditahan milik perusahaan.

Baca Juga

Hadapi Tantangan Global, Bank Jakarta dan BEI Dorong Transformasi

Pihak manajemen Allo Bank menguraikan bahwa buyback ini ditempuh sebagai langkah strategis dalam mengupayakan keharmonisan antara situasi pergerakan pasar dengan nilai fundamental korporasi, sekaligus mengamankan kepercayaan dari para pemegang saham serta pemangku kepentingan terhadap prospek pertumbuhan perusahaan ke depan.

Efek saham dari hasil eksekusi buyback tersebut nantinya disimpan sebagai saham tresuri dengan mematuhi ketentuan regulasi yang berlaku. 

Pihak perseroan memastikan penyediaan dana Rp200 miliar atau setara berkisar 1,35% dari akumulasi total aset tersebut tidak akan memicu dampak material terhadap roda kegiatan usaha ataupun tingkat likuiditas. 

Pertimbangannya adalah korporasi saat ini masih mengantongi modal kerja serta perputaran arus kas yang dinilai mumpuni untuk menopang operasional harian sekaligus mendanai agenda buyback.

Berdasarkan hitungan proforma laporan keuangan per 31 Maret 2026, profit bersih perusahaan diperkirakan terkoreksi secara tipis dari posisi Rp104,06 miliar menuju angka Rp101,96 miliar seusai memperhitungkan kalkulasi dari implementasi buyback.

Sementara itu, raihan laba per saham (earning per share/EPS) diproyeksikan mengalami penurunan dari posisi Rp19,21 menjadi Rp18,99. 

Adapun untuk indikator return on asset (ROA) melorot tipis dari 3,50% ke level 3,48%, sedangkan untuk return on equity (ROE) justru merangkak naik dari posisi 5,62% menjadi 5,66%.

Dari sisi struktur permodalan, apabila keseluruhan alokasi dana buyback dioptimalkan, akumulasi total aset serta ekuitas perusahaan masing-masing berpeluang mengalami penciutan senilai Rp200 miliar.

Indikator rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) berdasarkan hitungan proforma diproyeksikan menyusut sekitar 1,95 poin persentase, dari posisi awal 72,45% menuju kisaran 70,50%.

 Walau demikian, pihak manajemen menilai struktur permodalan tersebut masih tergolong sangat solid dan tidak akan mengganggu peta ekspansi bisnis dari korporasi.

Perseroan juga menambahkan bahwa mekanisme eksekusi pembelian kembali saham tersebut bakal diselenggarakan lewat fasilitas Bursa Efek Indonesia dengan menunjuk satu anggota bursa, di mana patokan harga yang digunakan dipastikan bernilai baik dan wajar menurut penilaian manajemen sejalan dengan arahan ketentuan regulator.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar Perkasa, Harga Emas Dunia Hari Ini Diprediksi Melemah

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942

Dolar AS Kuat, Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun ke US$3.942

Rupiah Melemah Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA hingga BNI

Rupiah Melemah Hari Ini, Cek Kurs Dolar AS di BCA hingga BNI

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.934 per Dolar AS

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.934 per Dolar AS

IHSG Anjlok 34,74%, Saham SMMA Jadi Penopang & DSSA Penekan Utama

IHSG Anjlok 34,74%, Saham SMMA Jadi Penopang & DSSA Penekan Utama