Sabtu, 11 Juli 2026

DPR-Pemerintah Sepakat Bawa RUU Pertahanan RI-Turki ke Tingkat II

DPR-Pemerintah Sepakat Bawa RUU Pertahanan RI-Turki ke Tingkat II
RUU Ratifikasi Pertahanan RI-Turki dan Malaysia Siap ke Paripurna [FOTO: NET].

JAKARTA - Komisi I DPR RI bersama pihak pemerintah lewat Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum, serta Kementerian Luar Negeri bermufakat agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Ratifikasi terkait Pertahanan antara Indonesia dengan Malaysia dan Turki dilanjutkan pembahasannya di tingkat II atau pada sidang paripurna.

Hal itu dipaparkan oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. Ia menerangkan, ketetapan tersebut diambil sesudah pihaknya bersama pemerintah merampungkan keputusan tingkat I pada Rabu (1/7/2026).

"Komisi I DPR RI bersama pemerintah pada hari ini (1/7) telah menyetujui kedua RUU tersebut dalam Pembicaraan Tingkat I untuk selanjutnya akan dibawa ke Pembicaraan Tingkat II pada Rapat Paripurna DPR RI terdekat guna memperoleh persetujuan akhir," katanya melalui pesan tertulis, Rabu (1/7/2026).

Baca Juga

Indonesia-Belarus Sepakati Kerja Sama Kebudayaan di Jakarta

Dave menguraikan, kedua RUU ratifikasi tersebut dipersiapkan demi mengokohkan landasan hukum bagi realisasi kemitraan pertahanan antarnegara. 

Kemitraan itu melingkupi dialog pertahanan, pendidikan beserta pelatihan militer, pertukaran personel, peningkatan sumber daya manusia, sinergi industri pertahanan, pertukaran informasi, hingga kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi pertahanan selaras dengan kepentingan nasional dari masing-masing negara.

Kemitraan dengan Turki di antaranya bertumpu pada perluasan industri pertahanan serta transfer teknologi. Di samping pendongkrakan kapasitas personel lewat jalur pendidikan dan pelatihan, kerja sama ini pun diharapkan sanggup memperkokoh kemandirian industri pertahanan dalam negeri.

"Sementara itu, kerja sama dengan Malaysia difokuskan pada peningkatan pendidikan dan latihan bersama, pertukaran informasi, penguatan kerja sama pengamanan wilayah perbatasan, serta peningkatan interoperabilitas antarangkatan bersenjata kedua negara. Kerja sama ini juga penting untuk mendukung stabilitas dan keamanan kawasan," sambungnya.

Menurut pandangannya, kemitraan pertahanan dengan Malaysia serta Turki sanggup mempertegas kedaulatan antarnegara yang berpijak pada kepentingan nasional, prinsip saling menghargai kedaulatan, serta kesetaraan antarnegara, sekaligus diarahkan demi memperkuat kapasitas pertahanan Indonesia dan menopang terciptanya stabilitas kawasan.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Prabowo Terima Kunjungan Lukashenko, Fokus Pangan dan Energi

Prabowo Terima Kunjungan Lukashenko, Fokus Pangan dan Energi

Yusril Persilakan Nadiem Ajukan Banding atas Vonis 10 Tahun

Yusril Persilakan Nadiem Ajukan Banding atas Vonis 10 Tahun

Permintaan Lesu, PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Anjlok

Permintaan Lesu, PMI Manufaktur Indonesia Juni 2026 Anjlok

Sugiono Ungkap Potensi Kerja Sama Indonesia-Belarus US$500 Juta

Sugiono Ungkap Potensi Kerja Sama Indonesia-Belarus US$500 Juta

Kemenkes Pakai AI untuk Perkuat Deteksi TB di Lapas

Kemenkes Pakai AI untuk Perkuat Deteksi TB di Lapas