Sabtu, 11 Juli 2026

Tekuk Kroasia 2-1, Portugal Menang di Laga 'Last Dance' CR7-Modric

Tekuk Kroasia 2-1, Portugal Menang di Laga 'Last Dance' CR7-Modric
Portugal vs Kroasia 2-1: Akhir Duel Ronaldo dan Luka Modric [FOTO: NET].

JAKARTA - Pertandingan piala dunia pada babak 16 besar yang mempertemukan Portugal vs Kroasia disudahi lewat kedudukan 2-1 bagi keunggulan Ronaldo serta kolega. Kubu Kroasia sejatinya sukses memosisikan diri sebagai pembuat gol pembuka melalui sepakan Perisic pada menit ke-53. 

Namun, keunggulan itu berhasil dikejar oleh skuad Selecao das Quinas. Ronaldo mencatatkan namanya selaku salah satu penembak gol di menit 68, yang kemudian digenapkan melalui aksi Ramos pada babak perpanjangan waktu di menit 90+4.

Di samping pencapaian kemenangan itu, tersimpan memori menarik sepanjang bentrokan Portugal vs Kroasia ini. Sebab, momen ini berpotensi menjadi ajang last dance bagi dua sosok pilar utama timnas Portugal serta Kroasia di pentas Piala Dunia, yakni Ronaldo bersama Luka Modric. 

Baca Juga

Tekuk Austria 3-0, Spanyol Siap Tantang Portugal di 16 Besar

Selama nyaris dua dekade, keduanya mendominasi lapangan hijau Eropa secara bersama-sama.

Disadur dari Business Standard, piala Liga Champions berhasil diraih bersama-sama dengan mengenakan seragam putih legendaris Real Madrid, sekaligus memahat warisan yang bakal bertahan kokoh setelah mereka gantung sepatu kelak.

Tatkala Portugal bersua Kroasia pada laga babak 32 besar hari Jumat, sebuah torehan sejarah resmi tercipta. 

Untuk pertama kalinya, dua pemain non-kiper yang telah menginjak usia di atas 40 tahun saling berhadapan dalam sebuah pertandingan resmi Piala Dunia. Lebih krusial lagi, bagi salah satu di antara mereka, turnamen sepak bola terakbar di dunia ini hampir dapat dipastikan bakal segera berakhir.

Sepanjang periode tahun 2012 hingga 2018, Ronaldo bersama Modric berbagi tempat di salah satu ruang ganti terbaik dalam sejarah sepak bola di Real Madrid, mengamankan empat trofi Liga Champions berbarengan sembari menyokong konstruksi salah satu dinasti klub paling berjaya pada era sepak bola modern.

Ronaldo masih mengejar sejarah

Menginjak usia 41 tahun, Ronaldo konsisten berburu rekor sejarah. 

Sang kapten Portugal menempatkan diri selaku pemain pertama dalam catatan sejarah yang andal melesakkan gol pada enam edisi Piala Dunia FIFA berlainan sesudah membukukan dua gol kontra Uzbekistan sepanjang babak penyisihan grup. 

Donasi gol tersebut mengantarkan akumulasi golnya di panggung Piala Dunia menyentuh angka 18, menyejajarkannya di deretan pencetak gol terbanyak dalam kompetisi tersebut.

Torehan internasionalnya secara makro bahkan terkesan jauh lebih fantastis. Ronaldo tercatat telah mengemas di atas 150 gol dari total 220 lebih penampilan bagi Portugal, menjadikannya pesohor sepak bola internasional pria dengan koleksi gol paling subur serta pemain dengan jumlah caps terbanyak sepanjang sejarah.

Lantas, bagaimana peranannya di dalam kerangka tim besutan Roberto Martínez? Portugal mengakhiri persaingan di urutan kedua grup pasca menundukkan Uzbekistan, tetapi gagal menaklukkan DR Congo serta Kolombia, yang memicu keraguan jika skuad tersebut terlampau bertumpu pada kapten veteran mereka. Biarpun begitu, Martinez terpantau belum memperlihatkan sinyal untuk memarkir Ronaldo di bangku cadangan.

Kehebatan abadi Modric

Di kubu seberang, Modric kesohor lewat keanggunan gaya main serta kecerdasannya. Arsitek serangan Kroasia berusia 40 tahun ini konsisten bertahan selaku salah satu pengatur serangan terhebat sepanjang sejarah sepak bola, kendati dirinya tengah menjalani ajang yang besar kemungkinan bertindak sebagai Piala Dunia pamungkasnya.

Eks dirigen permainan Real Madrid ini sukses menyabet Ballon d'Or 2018, menempatkan diri sebagai pemain pertama dalam satu dekade yang sanggup meruntuhkan dominasi duet Ronaldo serta Lionel Messi. 

Pada level internasional, Modric telah menjelma selaku pesepak bola terbaik Kroasia sepanjang masa. Dirinya telah membukukan di atas 200 penampilan internasional, memosisikan diri sebagai pemain keempat sepanjang sejarah sepak bola yang sukses menyentuh torehan fantastis tersebut, sekaligus menggerakkan Kroasia menuju final Piala Dunia 2018 serta babak semifinal edisi 2022. 

Pada turnamen kali ini, ia telah menyumbang satu assist dan tetap bertindak selaku roh lini tengah racikan Zlatko Dalic walau usianya tidak lagi muda.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Nagelsmann Mundur dari Jerman, Juergen Klopp Jadi Kandidat Kuat

Nagelsmann Mundur dari Jerman, Juergen Klopp Jadi Kandidat Kuat

Unai Simon Pecahkan Rekor Clean Sheet Casillas dan Walter Zenga

Unai Simon Pecahkan Rekor Clean Sheet Casillas dan Walter Zenga

Kounde Tanggapi Psywar Lamine Yamal Jelang Semifinal Piala Dunia

Kounde Tanggapi Psywar Lamine Yamal Jelang Semifinal Piala Dunia

Alasan FIFA Anulir Gol Kroasia saat Lawan Portugal di Piala Dunia

Alasan FIFA Anulir Gol Kroasia saat Lawan Portugal di Piala Dunia

Jadwal Lengkap Timnas Panjat Tebing Indonesia di Seri Krakow

Jadwal Lengkap Timnas Panjat Tebing Indonesia di Seri Krakow