Kenali Pemicu dan Solusi Gangguan Pencernaan Saat Olahraga
- Selasa, 07 Juli 2026
JAKARTA - Bagi Anda yang gemar melakukan olahraga lari, bersepeda, atau aktivitas fisik sejenisnya, timbulnya problem pada sistem pencernaan boleh jadi bukan perkara yang baru ketika sedang atau seusai berolahraga. Keluhan layaknya rasa mual, sensasi panas di dada, gangguan lambung, hingga serangan diare kerap kali sulit untuk dihindari.
Berdasarkan studi ilmiah dalam Current Sports Medicine Reports yang berjudul "Gastrointestinal Issues in Athletes" (2019), terungkap bahwa sampai dengan 70 persen atlet pernah melewati kondisi tersebut. Bahkan, angka riil di lapangan diproyeksikan bisa jauh lebih tinggi dari data itu.
"Sekitar 95 persen klien saya mengalami beberapa masalah pencernaan selama karier mereka," ungkap pelatih sekaligus pendiri Performance and Nutrition Coaching di Colorado Springs, Colorado, Krista Austin, Ph.D., melansir Shape Magazine, Selasa (7/7/2026).
Baca JugaOlah Batin Tak Harus Duduk: Kenali Manfaat Meditasi Berjalan
Seorang profesor kedokteran di Harvard Medical School, J. Thomas LaMont, M.D., mengutarakan bahwa kaum perempuan memiliki kerentanan yang lebih tinggi untuk terdampak masalah ini.
"Dari 25.000 pasien yang kami temui setiap tahun, 60 persennya adalah perempuan, dan mereka melebihi jumlah laki-laki dalam diagnosis gangguan pencernaan fungsional, seperti sindrom iritasi usus besar," tutur dr. LaMont.
Ia mengimbuhkan bahwa aktivitas olahraga, khususnya olahraga lari, punya kecenderungan kuat memicu kemunculan gejala-gejala dimaksud. Walaupun pada umumnya tidak berkategori berbahaya, simtom ini kerap kali membuat sebagian orang menjadi enggan untuk berolahraga kembali.
Pemicu gangguan pencernaan saat olahraga dan solusinya
Akar penyebab utama dari fenomena ini bersumber dari sistem sirkulasi aliran darah. Ketika tengah berolahraga, otot-otot yang bergerak aktif memerlukan pasokan darah dalam jumlah besar sebagai sumber tenaga.
Di waktu bersamaan, organ pencernaan pun membutuhkan darah guna memproses asupan makanan. Imbasnya, aliran darah dialihkan menuju area kaki, sehingga menyisakan pasokan energi yang minim bagi lambung.
Pendiri Sports Science Insights di Fox River Grove, Illinois, Bob Murray, Ph.D., menyebutkan bahwasanya reaksi tubuh dari setiap individu tidaklah sama. Sebagian orang terpantau dapat berolahraga dengan nyaman meskipun baru saja menyantap makanan 15 menit sebelum berlatih.
"Yang lain tidak dapat makan apa pun dalam waktu dua jam, atau mereka akan merasa kembung and lesu," ungkap dia.
Lantas, apa saja variabel yang memicu gangguan pencernaan sewaktu berolahraga?
1. Obat antiperadangan Seorang dokter kedokteran olahraga perawatan primer, Daphne Scott, M.D., mengingatkan perihal pentingnya mengonsumsi jenis obat apa pun agar selalu selaras dengan dosis yang dianjurkan. Ada baiknya obat-obatan tersebut ditelan sehabis agenda latihan rampung.
"Namun, perhatikan baik-baik asupan obat antiperadangan karena jumlah OAINS (obat antiinflamasi nonsteroid) yang berlebihan seperti ibuprofen atau naproxen dapat menyebabkan mual," tutur dia.
2. Intensitas latihan Sensasi mual dapat menyergap pada level latihan serta ritme kecepatan seberapa pun. Dokter Scott menjelaskan, program latihan dengan intensitas yang tinggi memiliki persentase risiko yang lebih besar dalam memicu rasa mual sewaktu berolahraga.
"Semakin keras kamu bekerja, semakin banyak yang kamu minta dari tubuh. Namun, mual dapat terjadi pada tingkat intensitas berapa pun. Hal ini diperkirakan sebagian disebabkan oleh tingkat pengondisian tubuh," ucap dia.
Hadirnya perasaan stres ataupun luapan kegembiraan kala menyambut suatu kompetisi, atau rasa antusias ketika menjajal fasilitas pusat kebugaran yang baru, nyatanya turut menginduksi reaksi pada organ pencernaan. Menurut dr. Scott, luapan emosi yang menegangkan tersebut dapat memicu mual selama beraktivitas fisik, atau berujung pada sakit perut selepas berolahraga. Sebagai jalan keluarnya, segera turunkan ritme kecepatan atau kurangi beban gerakan sampai rasa mual tersebut berangsur mereda.
3. Tingkat kebugaran Para pelaku olahraga ketahanan fisik layaknya pelari maraton sekalipun tidak luput dari risiko mengalami hal ini. Jajaran peneliti dalam publikasi studi di jurnal Appetite dengan tajuk "Exercise-induced nausea is exaggerated by eating" memaparkan bahwa aktivitas latihan tidak serta-merta mereduksi rasa mual yang dipicu oleh olahraga. Oleh karena itu, tingkatkan kapasitas kemampuan fisik Anda secara berkala dan bertahap.
4. Dehidrasi Defisit asupan cairan dapat menekan volume darah, memperberat beban kerja usus, sekaligus memantik rasa nyeri. Pastikan Anda senantiasa memenuhi kebutuhan asupan cairan di kala berlatih serta disiplin menjaganya di sepanjang waktu.
5. Pola makan Melahap makanan dalam porsi besar maupun membiarkan kondisi perut kosong melompong sebelum berolahraga sama-sama berpotensi mendatangkan problem. Jika lambung terlalu kenyang, sistem pencernaan tidak mempunyai kuota waktu yang cukup untuk memprosesnya dengan optimal. Sebaliknya ketika lapar, perut yang kosong akan memicu air bergemuruh di dalam lambung hingga membentuk gelombang.
"Mungkin butuh waktu untuk mempelajari apa yang terbaik untuk perut masing-masing, karena hal itu berbeda untuk setiap orang," lanjut dia.
Apabila belum terbiasa mengonsumsi makanan berat, Anda bisa menyiasatinya dengan memakan camilan ringan dalam kurun waktu 30 menit sebelum latihan. Namun jika sudah terbiasa makan dalam porsi banyak, pangkaslah ukurannya menjadi lebih sedikit.
6. Perubahan hormon Merujuk penuturan dr. Scott, terdapat aneka ragam teori yang mengulas tentang bagaimana faktor hormon dapat mengintervensi timbulnya gejala pencernaan seperti rasa mual sewaktu berolahraga.
"Salah satunya adalah hormon dilepaskan dari otak dan menyebabkan pelepasan katekolamin (hormon yang dilepaskan oleh kelenjar adrenal), yang kemudian dapat menyebabkan keterlambatan pengosongan lambung," ucap dia.
Apabila area perut sudah mulai menangkap sinyal tidak nyaman, segeralah berhenti sejenak hingga kondisinya benar-benar pulih kembali.
Sukirno
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












