Jumat, 10 Juli 2026

Dongkrak Ekonomi, 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Beroperasi

Dongkrak Ekonomi, 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih Siap Beroperasi
KKP Targetkan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih Beroperasi Tahun Ini [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebanyak 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ditargetkan rampung dan beroperasi pada tahun ini agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat pesisir.

 Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyatakan bahwa program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pendapatan nelayan.

"Dari nelayan, nilainya meningkat menjadi 113 persen atau naik sekitar 47 persen dibanding sebelumnya. Hasil tangkapan yang dulu hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar, kini sudah dapat dipasarkan ke Surabaya, Bali, Bitung, bahkan diekspor ke luar negeri," kata Didit di Batam belum lama ini.

Baca Juga

Sekolah Rakyat Jatim Tampung 5.370 Siswa pada Tahun Ajaran Baru

Keberhasilan tersebut menjadi landasan pemerintah untuk memperluas pembangunan KNMP di seluruh tanah air. “Tahun ini, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan pembangunan 1.269 kampung nelayan yang harus rampung, beroperasi, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat nelayan.

Menurut Didit, program ini merupakan bagian dari prioritas nasional pemerintah dalam sektor kelautan dan perikanan. Keberadaan kampung nelayan diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memperbaiki pemenuhan gizi masyarakat melalui konsumsi protein ikan.

 Program ini akan terintegrasi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih guna memperkuat rantai distribusi serta mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Kami titip kepada masyarakat agar merawat fasilitas yang sudah dibangun dan bekerja sama dengan koperasi desa. Dengan begitu pendapatan nelayan dapat terus meningkat," ujarnya.

Didit menambahkan bahwa KKP telah menyelesaikan sekitar 100 unit sebagai model pengembangan dengan pendekatan tematik yang disesuaikan pada kebutuhan dan potensi unik setiap wilayah.

 "Pembangunan kampung nelayan tidak bisa disamakan seperti membuat kendaraan yang bentuknya seragam. Setiap daerah memiliki kebutuhan dan potensi yang berbeda sehingga harus diawali dengan asesmen, termasuk memastikan status lahannya bersih dan jelas (clear and clean)," katanya.

 Selain itu, KKP turut mengembangkan Kampung Budidaya Ikan air tawar untuk mengintegrasikan potensi pesisir dengan daerah pedalaman. “Jadi semua terintegrasi,” kata dia. Didit pun optimis bahwa pembangunan yang berkelanjutan ini akan meningkatkan kesejahteraan nelayan dan ekonomi pesisir.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Warga Rongkop Dilanda Kekeringan, Distribusi Air Bersih Digilir

Warga Rongkop Dilanda Kekeringan, Distribusi Air Bersih Digilir

Lampaui HET, Harga Beras Premium di Pasar Madiun Kini Rp15.300 per Kg

Lampaui HET, Harga Beras Premium di Pasar Madiun Kini Rp15.300 per Kg

Batas Bebas Pajak JHT Diusulkan Naik Jadi Rp400 Juta, Pemerintah Kaji

Batas Bebas Pajak JHT Diusulkan Naik Jadi Rp400 Juta, Pemerintah Kaji

Kunjungan Wisata DIY Capai 1,2 Juta, Teras Malioboro Justru Sepi

Kunjungan Wisata DIY Capai 1,2 Juta, Teras Malioboro Justru Sepi

Langgar Aturan Komisi, Izin Grab hingga Gojek Terancam Dicabut

Langgar Aturan Komisi, Izin Grab hingga Gojek Terancam Dicabut