Sabtu, 11 Juli 2026

PRDL Perluas Jangkauan Alat Diagnostik ke Faskes Primer Usai IPO

PRDL Perluas Jangkauan Alat Diagnostik ke Faskes Primer Usai IPO
Pasca IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Bidik Faskes Primer [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Prodia Diagnostic Line Tbk. (PRDL) menargetkan perluasan jangkauan produk alat diagnostik ke fasilitas kesehatan (faskes) primer pasca-melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

 Perseroan memandang kebutuhan layanan diagnostik masih terbuka sangat lebar sejalan dengan program skrining kesehatan nasional yang saat ini sedang digencarkan oleh pemerintah.

Direktur Utama Prodia Diagnostic Line, Cristina Sandjaja, menyatakan perseroan melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum sepenuhnya terjangkau layanan diagnostik.

Baca Juga

Siasati Ketergantungan Figur, Raffi Ahmad Ubah RANS Jadi Institusi IP

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang masih sangat besar, terutama pada fasilitas kesehatan primer yang belum seluruhnya terjangkau. Dengan kualitas produk kami yang unggul, kapasitas produksi yang besar, jaringan distribusi yang luas serta nilai TKDN produk kami yang tinggi, kami optimistis dapat memperluas penetrasi pasar sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam penguatan pelayanan kesehatan nasional," kata Cristina dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).

Cristina menjelaskan bahwa prospek industri alat kesehatan masih sangat menjanjikan. Pemerintah diketahui mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun pada 2026 dan menargetkan program skrining kesehatan nasional menjangkau 140 juta penduduk. 

Menurutnya, dengan dukungan lebih dari 10.000 puskesmas di Indonesia serta meningkatnya fokus pemerintah pada deteksi dini penyakit, industri diagnostik in vitro masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar di tahun-tahun mendatang.

Untuk menangkap peluang tersebut, PRDL mengandalkan portofolio lebih dari 1.083 stock keeping unit (SKU) produk aktif yang telah menjangkau 38 provinsi dan 370 kabupaten/kota. Produk perseroan kini digunakan oleh lebih dari 7.600 pelanggan, yang terdiri atas sekitar 7.000 puskesmas, 300 rumah sakit, 317 dinas kesehatan, serta institusi kesehatan lainnya.

Perseroan juga mengandalkan lini produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 70% untuk memperkuat daya saing di tengah kebutuhan alat kesehatan nasional yang tinggi dan dominasi produk impor. 

Melalui dana hasil IPO, PRDL berencana memperluas jangkauan bisnis, meningkatkan kapasitas operasional, dan memperkuat kontribusi terhadap industri alat kesehatan nasional.

Terkait kinerja, PRDL mencatatkan pemulihan signifikan pada 2025 dengan pendapatan sebesar Rp74,4 miliar, naik 27%. Laba bersih tumbuh 70,7% menjadi Rp16,9 miliar, sementara EBITDA naik 66,9% menjadi Rp29,2 miliar. 

PRDL resmi mencatatkan saham perdana di BEI hari ini, Kamis (9/7/2026), dengan melepas 497,9 juta saham baru seharga Rp120 per saham, dan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp59,75 miliar.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

Kredit Kendaraan Listrik di MUF Tumbuh Positif, Capai Rp3,5 Triliun

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

IPO di Bursa Efek Indonesia, Saham RANS Langsung Tembus ARA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

Perkuat Kapasitas Petani, Syngenta Indonesia Gandeng KTNA

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Kolaborasi Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun untuk Jutaan Pekerja

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global