Sabtu, 11 Juli 2026

KAI Pensiunkan 84 KRL Tua, Rangkaian Baru Masuk Bertahap

KAI Pensiunkan 84 KRL Tua, Rangkaian Baru Masuk Bertahap
KAI Ganti 84 KRL Lama dengan Teknologi Modern Mulai Tahun Ini [FOTO: NET].

JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menggulirkan program peremajaan unit armada Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek dengan mengeliminasi 84 rangkaian lama yang dinilai tidak lagi sejalan dengan standar pelayanan moda transportasi modern. 

Proses pergantian ini bakal dioperasikan secara berkala mulai tahun berjalan ini hingga beberapa tahun mendatang guna mengeskalasi faktor kenyamanan, keselamatan, serta keandalan aspek pelayanan bagi jutaan pengguna jasa KRL setiap harinya.

"Kami dalam proses melakukan replacement terhadap kereta-kereta lama. Saat ini masih ada 84 rangkaian yang usianya sudah tua dan selama ini hanya terus kami lakukan upgrade,” kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin, saat berbincang bersama wartawan pada perjalanan kereta wisata dari Yogyakarta menuju Jakarta, Rabu (9/7/2026).

Baca Juga

Sukses Naikkan Skor ESG FTSE Russell, AVIA Masuk Top 12% Global

“Sekarang saatnya diganti agar pelanggan mendapatkan layanan yang lebih nyaman dan lebih aman," lanjut dia.

Menurut pemaparan Bobby, sebagian unit armada yang hingga kini masih dioperasikan memendam teknologi reostatik yang dinilai sudah tertinggal jauh bila disandingkan dengan teknologi mutakhir.

 Mekanisme sistem tersebut mengakibatkan akselerasi laju kereta dirasa kurang mulus sehingga mereduksi kenyamanan para penumpang.

"Bayangkan, sekarang kami masih memiliki kereta dengan sistem reostatik. Saat mulai berjalan terasa menghentak dan tidak sehalus kereta generasi baru,” ujarnya.

“Bandingkan dengan rangkaian terbaru buatan INKA maupun kereta baru lainnya yang jauh lebih smooth dan nyaman," lanjut dia.

Dirinya menegaskan bahwa agenda modernisasi lini armada ini merupakan bagian esensial dari langkah mendongkrak mutu transportasi publik di ranah nasional. 

Menurutnya, kualitas sarana transportasi massal merefleksikan tolok ukur level kemajuan dari suatu negara, sehingga Indonesia wajib terus memacu diri mengejar standar pelayanan seperti yang ada di negara-negara maju.

"Transportasi massal adalah cerminan peradaban sebuah bangsa. Kalau kami melihat Jepang maupun China, transportasi publik mereka menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Indonesia juga harus menuju ke sana seiring target menjadi negara maju pada 2045," ujarnya.

Saat ini, pihak KAI berkolaborasi dengan KAI Commuter sudah mulai menjalankan sebanyak 18 rangkaian KRL model baru untuk menggeser posisi armada lama. 

Seluruh armada dari seri TM6000 yang dipandang tidak lagi mampu menyajikan tingkat kenyamanan optimal pun kini telah disetop total operasionalnya.

Bukan sekadar mengganti unit armada, KAI juga konsisten menggulirkan bermacam langkah penyempurnaan fasilitas penunjang di dalam gerbong kereta, mulai dari eskalasi sistem pendingin ruangan (AC) hingga penempatan perangkat monitor kualitas udara demi mendongkrak kenyamanan selama durasi perjalanan berjalan.

"Kami memperhatikan hal-hal yang sangat detail. Mulai dari kenyamanan AC hingga kualitas udara di dalam kereta menjadi perhatian kami karena pelayanan kepada pelanggan tidak hanya soal ketepatan waktu, tetapi juga pengalaman selama perjalanan," kata Bobby.

Agenda peremajaan ini akan dieksekusi secara gradual. Sebanyak sembilan rangkaian armada baru diproyeksikan mulai mengaspal pada tahun ini guna menggeser kedudukan armada lama.

 Selanjutnya, delapan rangkaian tambahan bakal didatangkan pada tahun depan, kemudian disusul oleh 32 rangkaian baru di fase berikutnya hingga akumulasi seluruh 84 armada lama resmi dipensiunkan sepenuhnya.

Langkah peremajaan ini nyatanya tidak cuma berfokus di kawasan Jabodetabek saja. KAI pun tengah merancang skema penggantian armada KRL di wilayah Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta serta Daop 8 Surabaya, selaras dengan program elektrifikasi jalur rel yang sekarang tengah bergulir.

"Kereta-kereta tua ini akan kami pensiunkan secara bertahap. Seluruh penggantinya menggunakan teknologi yang lebih modern dengan sistem keselamatan terbaru karena bagi kami aspek safety tidak bisa ditawar," tegas Bobby.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Mayapada Hospital Resmikan Rumah Sakit Baru di Jakarta Timur

Mayapada Hospital Resmikan Rumah Sakit Baru di Jakarta Timur

Laba SIDO 2026 Diproyeksi Turun Tipis, Irwan: Bisnis Tetap Sehat

Laba SIDO 2026 Diproyeksi Turun Tipis, Irwan: Bisnis Tetap Sehat

IPO Esok Hari, Raffi Ahmad Tetap Kendalikan Saham Mayoritas RANS

IPO Esok Hari, Raffi Ahmad Tetap Kendalikan Saham Mayoritas RANS

Mulai Pekan Depan, Seluruh KRL Bogor Line Pakai 12 Rangkaian

Mulai Pekan Depan, Seluruh KRL Bogor Line Pakai 12 Rangkaian

Mazda Bakal Rilis Sedan Listrik EZ-6 Kolaborasi Changan di RI

Mazda Bakal Rilis Sedan Listrik EZ-6 Kolaborasi Changan di RI