Latih AC Milan, Ruben Amorim Belajar dari Kesalahan di Man United
- Kamis, 09 Juli 2026
JAKARTA - Juru taktik berkebangsaan Portugal, Ruben Amorim, menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung Manchester United dalam momen perkenalan dirinya sebagai nakhoda anyar AC Milan.
Ruben Amorim secara resmi ditunjuk untuk mengawal klub raksasa Liga Italia, AC Milan, dan dijadwalkan bakal mengawali masa tugasnya terhitung sejak bergulirnya musim kompetisi 2026-2027.
Salah satu tindakan perdana yang ia tunjukkan adalah Ruben Amorim justru melayangkan permohonan maaf kepada publik pendukung Manchester United lantaran sempat melakukan kekeliruan tatkala mengarsiteki tim asal Liga Inggris tersebut.
Baca Juga
Sejak pertama kali menerima mandat sebagai pelatih kepala Manchester United pada November 2024 silam, Amorim justru mencatatkan hasil minor dengan membuat tim berjuluk Setan Merah itu mengakhiri kompetisi musim 2024-2025 di tangga ke-15 pada klasemen akhir.
Mantan pelatih kepala Sporting Lisbon tersebut sebenarnya hampir saja menyelamatkan reputasi Manchester United ketika sukses mengantarkan tim melangkah hingga ke partai puncak kompetisi Liga Europa musim 2024-2025.
Namun sangat disayangkan, Harry Maguire bersama kolega saat itu dipaksa mengakui keunggulan Tottenham Hotspur setelah takluk dengan hasil akhir tipis 0-1.
Pasca-rampungnya musim kompetisi 2024-2025, Amorim langsung mengambil langkah ekstrem dengan melakukan perombakan besar-besaran terhadap komposisi skuad Manchester United pada jendela transfer musim panas 2025.
Langkah tersebut diwujudkan dengan merekrut sejumlah pilar baru, di antaranya Matheus Cunha, Bryan Mbeumo, Benjamin Sesko, hingga penjaga gawang Senne Lammens.
Bukannya menyajikan performa yang menjanjikan, Manchester United di bawah komando Amorim justru sempat menelan pil pahit akibat ditumbangkan oleh tim kasta keempat, Grimsby Town, lewat drama adu penalti pada putaran kedua ajang Carabao Cup 2025-2026.
Amorim akhirnya didepak dari kursi kepelatihan Manchester United pada Januari 2026 setelah hanya sanggup mengantarkan tim bertengger di urutan keenam klasemen Liga Inggris musim tersebut.
Tampuk kepemimpinan tim kemudian diserahkan kepada Michael Carrick selaku suksesornya. Selepas melewati masa menganggur selama enam bulan saja, Amorim kini didaulat oleh manajemen AC Milan untuk menjadi juru taktik baru guna mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Massimiliano Allegri.
Melansir pemberitaan dari Sports Illustrated pada Kamis (9/7/2026), Amorim mengonfirmasi bahwa dirinya telah memetik banyak pelajaran penting dari kegagalannya sewaktu menangani Manchester United, serta memiliki tekad kuat untuk tidak mengulangi kekeliruan serupa selama masa baktinya di AC Milan.
“I did make some mistakes. I didn't have the chance to say something to Manchester United fans at the time, and I regret that. I was very proud to be their manager for one year, but now it is a different story.”
“There are a lot of things I could do better from previous experience. But sometimes that's how it is. You have to learn to find the right point to reach another level,” tambahnya kemudian.
Amorim memang jamak dikenal memiliki kecenderungan taktik yang tergolong kaku dengan konsisten mengedepankan pola andalannya, yakni skema 3-4-2-1, sewaktu menukangi Manchester United dahulu.
Begitu ortodoksnya pendekatan strategi yang diterapkan oleh pelatih yang sukses mempersembahkan trofi juara Liga Portugal bagi Sporting CP pada musim 2020-2021 dan 2023-2024 ini, sampai-sampai ia sempat berujar kepada awak media bahwa figur Paus sekalipun tidak akan sanggup memaksanya untuk merombak pola taktik tersebut.
Andika Riyan Satriya Nugraha
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.












