Kamis, 16 Juli 2026

Haier Siap Luncurkan Produk Rumah Tangga Berbasis AI di Indonesia

Haier Siap Luncurkan Produk Rumah Tangga Berbasis AI di Indonesia
Ekspansi di Indonesia, Haier Bakal Rilis Produk Rumah Pintar AI [FOTO: NET].

JAKARTA - Haier, produsen perangkat rumah tangga terkemuka asal China, berencana merilis jajaran produk premium berteknologi kecerdasan buatan (AI) secara berkala di pasar Indonesia.

"Saat ini kami telah memasuki era kecerdasan buatan atau AI. Kami memiliki berbagai produk serta produk rumah pintar berbasis AI dan akan meluncurkan seluruh produk tersebut di Indonesia secara bertahap," kata Vice President of Haier Smart Home Overseas, Zhang Qingfu, di kantor pusat Haier di Qingdao, Provinsi Shandong, Kamis (16/07/2026).

Eksistensi Haier di tanah air dimulai sejak tahun 2011 melalui langkah akuisisi terhadap bisnis Sanyo Electric beserta seluruh operasionalnya di Indonesia, yang berlanjut dengan pendirian entitas baru dengan nama PT Haier Electrical Appliances Indonesia (HEI).

Baca Juga

Mitsubishi XForce HEV Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp445 Juta

Sejak 2012, perusahaan ini mengoperasikan fasilitas pabrik di kawasan EJIP Industrial Park, Cikarang, dengan mengusung merek "AQUA" untuk memproduksi penyejuk udara (AC), mesin cuci, kulkas, "cold chain freezer", hingga televisi dengan kapasitas produksi tahunan mencapai 2 juta unit. Pada April 2026 kemarin, HEI pun sukses mencatatkan produksi unitnya yang ke-10 juta.

"Indonesia merupakan pasar yang penting bagi kami. Kami telah mendirikan pabrik serta perusahaan distributor di Indonesia untuk membantu kami melayani konsumen di Indonesia," tambah Zhang.

Zhang menyampaikan bahwa perangkat pendingin ruangan atau AC menjadi salah satu produk yang paling diunggulkan di pasar Indonesia.

"Indonesia memiliki tingkat kelembapan yang tinggi dan suhu yang panas. Dalam kondisi seperti itu, masyarakat membutuhkan AC, tetapi mereka juga membutuhkan berbagai fungsi tambahan misalnya konsumen membutuhkan fungsi antibakteri," ungkap Zhang.

Baca juga: Haier Kembali Jadi Mitra Resmi Roland-Garros 2026, Hadirkan Inovasi Berbasis Kepedulian bagi Konsumen Global

Vice President of Haier Smart Home Overseas, Zhang Qingfu, di kantor pusat Haier di Qingdao, provinsi Shandong, Kamis. (ANTARA/Desca Lidya Natalia)

Zhang menambahkan bahwa perangkat AC produksi Haier merupakan pionir yang menyematkan fitur pembersihan mandiri otomatis serta sterilisasi berbasis sinar ultraviolet (UV).

"Fitur-fitur tersebut menjadi pembeda produk kami bagi konsumen. Ketika kami pertama kali meluncurkan produk-produk tersebut, perusahaan lain belum memilikinya. Dengan fitur pembersihan mandiri, AC dapat membersihkan dirinya sendiri sehingga pengguna tidak perlu meminta orang lain untuk melakukan pembersihan atau perawatan," jelas Zhang.

Lebih lanjut, Zhang memaparkan bahwa Haier berhasil menguasai 10 persen pangsa pasar untuk perangkat rumah tangga besar di Indonesia sepanjang tahun 2025, sekaligus menempati urutan pertama di antara kompetitor merek asal China lainnya.

Dalam upaya memperbesar pangsa pasarnya di Indonesia, Zhang menjelaskan bahwa perusahaan senantiasa memprioritaskan kebutuhan pasar guna merancang produk yang relevan dan solutif.

"Selain mengembangkan AC dengan fitur pembersihan mandiri, kami juga mengembangkan berbagai produk lemari es dengan teknologi yang kami sebut sebagai 'full-space freshness', yaitu teknologi untuk menjaga kesegaran di seluruh ruang lemari es," tambah Zhang.

Selain itu, tersedia pula lemari es seri Horizon berkapasitas jumbo sekitar 700 liter yang dirancang untuk membantu keluarga dengan lima anggota dalam menyimpan stok sayur, buah, dan bahan pangan lainnya dalam porsi besar.

"Melalui produk-produk semacam itu, kami memperoleh reputasi yang baik dari para pelanggan," ungkap Zhang.

Baca juga: Haier Luncurkan Kulkas Seri Horizon di Vietnam, Hadirkan Standar Baru untuk Kesegaran Makanan dan Desain Peralatan Rumah Tangga

Di sisi lain, Zhang memaparkan bahwa Haier aktif menggelar berbagai aksi sosial dan inisiatif berorientasi lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat luas.

"Jadi, kami tidak hanya memberikan manfaat kepada konsumen, tetapi juga berkontribusi kepada masyarakat secara lebih luas," kata Zhang.

Selama menahkodai bisnis di tanah air, Zhang, yang pernah terjun langsung memetakan pasar Indonesia pada tahun 2002, mengakui adanya sejumlah hambatan, salah satunya karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

"Karena itu, transportasi dan logistik menjadi tantangan. Kami berusaha membangun lebih banyak pusat distribusi atau pusat distribusi regional. Kami menggunakan jaringan gudang agar dapat memasok produk kepada konsumen dengan lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah," jelas Zhang.

Zhang pun menaruh harapan besar untuk memperoleh dukungan dari jajaran pemerintah Indonesia, baik tingkat daerah maupun pusat, serta otoritas China guna menjaga iklim usaha yang kondusif.

"Hal yang dapat kami lakukan adalah memanfaatkan lingkungan bisnis yang baik tersebut untuk memperluas bisnis, membangun lebih banyak fasilitas, serta memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat dan perekonomian lokal," kata Zhang.

Sebagai informasi, Haier Group dirintis pertama kali pada tahun 1984 di Qingdao, Provinsi Shandong oleh Zhang Ruimin yang mengambil alih kepemilikan pabrik "Qingdao General Refrigerator Factory".

Pada tahun 2025, pendapatan global korporasi ini dilaporkan menyentuh angka 300 miliar RMB (setara Rp683 triliun) dengan perolehan laba bersih mencapai 19,55 miliar RMB (tumbuh sebesar 4,39 persen). Korporasi raksasa ini juga dikenal aktif mengakuisisi berbagai jenama global terkemuka seperti GE Appliances di Amerika Serikat, Fisher & Paykel di Selandia Baru, serta Candy di kawasan Eropa.

Di pasar domestik China, Haier mendominasi penjualan luring untuk produk kulkas dengan pangsa pasar mencapai 47,7 persen, mesin cuci sebesar 47,4 persen, dan pemanas air sebanyak 32,5 persen berdasarkan data dari GfK.

Di luar merek utama Haier, perusahaan ini juga memiliki lini merek premium bertajuk "Casarte" yang menyasar segmen kelas atas di China, serta merek "Leader" untuk segmen pasar massal.

Andika Riyan Satriya Nugraha

Andika Riyan Satriya Nugraha

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ferrari Luce Akan Masuk Indonesia, Pihak Agen Tunggu Waktu yang Tepat

Ferrari Luce Akan Masuk Indonesia, Pihak Agen Tunggu Waktu yang Tepat

Temani Keluarga Pasien Kanker, BSI Lengkapi Fasilitas Rumah Singgah RS Kanker Dharmais

Temani Keluarga Pasien Kanker, BSI Lengkapi Fasilitas Rumah Singgah RS Kanker Dharmais

BSI Berangkatkan Umrah 50 Nasabah Tabungan Haji, Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Jadi Motor Pertumbuhan Dana Murah

BSI Berangkatkan Umrah 50 Nasabah Tabungan Haji, Perkuat Ekosistem Haji dan Umrah Jadi Motor Pertumbuhan Dana Murah

Super Air Jet Ajukan Delapan Rute Baru dari Bandara Husein

Super Air Jet Ajukan Delapan Rute Baru dari Bandara Husein

KCIC Catat 573 Ribu Penumpang Gunakan Whoosh Saat Libur Sekolah

KCIC Catat 573 Ribu Penumpang Gunakan Whoosh Saat Libur Sekolah