Rabu, 15 Juli 2026

Perbankan Didorong Jadi Motor Penggerak Lingkungan, BNI Pelopori Program Zero Waste

Perbankan Didorong Jadi Motor Penggerak Lingkungan, BNI Pelopori Program Zero Waste
Perbankan Didorong Jadi Motor Penggerak Lingkungan, BNI Pelopori Program Zero Waste

JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menginisiasi langkah strategis dengan menerapkan prinsip zero waste to landfill, atau pengelolaan sampah tanpa residu ke tempat pembuangan akhir (TPA). Inisiatif ini menjadi salah satu upaya konkret sektor perbankan dalam mendukung pelestarian lingkungan dan memperkuat peran aktif lembaga keuangan dalam mendorong transformasi berkelanjutan.

Dukungan terhadap program ini datang dari berbagai pihak, salah satunya Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, yang menilai langkah BNI sebagai contoh nyata komitmen dunia keuangan terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Komitmen BNI merupakan contoh nyata bahwa lembaga keuangan tidak hanya bicara angka, tetapi juga kepedulian terhadap bumi. Ini sejalan dengan semangat green economy yang tengah digencarkan pemerintah,” ujar Fauzi.

Baca Juga

Transaksi Sertifikasi Halal di Bank Muamalat Naik Signifikan

BNI mencatat keberhasilan signifikan melalui program ini, dengan mencegah terjadinya emisi karbon sebesar 210.502 kilogram CO2 ekuivalen (KgCO2eq). Fauzi menyebut capaian tersebut bukan hanya prestasi teknis, tetapi juga mencerminkan langkah strategis yang memperkuat daya saing bank dalam menghadapi tuntutan environment, social, and governance (ESG) yang semakin ketat.

“Transformasi keberlanjutan seperti yang dilakukan BNI akan menjadi nilai tambah di mata investor global,” tegasnya.

Pengelolaan Limbah Jadi Cermin Tata Kelola Perusahaan

Program zero waste yang dijalankan BNI tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperlihatkan sistem tata kelola perusahaan yang sehat dan visioner. Fauzi menekankan pentingnya pelibatan seluruh pegawai dalam menciptakan budaya kerja yang berorientasi pada kelestarian lingkungan.

“Membangun budaya green lifestyle di tempat kerja adalah pondasi penting. Ini bukan program sesaat, tapi investasi jangka panjang untuk perubahan perilaku,” katanya.

Fauzi menambahkan bahwa upaya ini bisa menjadi inspirasi bagi badan usaha milik negara (BUMN) lainnya maupun sektor swasta untuk mengelola limbah secara lebih serius dan terencana. Menurutnya, BNI telah membuka jalan bagi terbentuknya ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

“BNI telah menunjukkan bahwa keberlanjutan bisa dimulai dari kantor. Ini momentum untuk memperkuat sinergi antara dunia usaha dan kebijakan publik demi masa depan yang lebih lestari,” lanjutnya.

DPR Dorong Regulasi Pro-Lingkungan di Sektor Keuangan

Sebagai anggota legislatif yang membidangi keuangan, perencanaan pembangunan nasional, sektor moneter, dan jasa keuangan, Komisi XI DPR menyatakan kesiapan untuk memperkuat payung hukum terkait komitmen hijau di sektor keuangan.

“Kami di Komisi XI siap mendorong regulasi yang memperkuat komitmen lingkungan di sektor keuangan,” tegas Fauzi.

Ia juga mendorong terciptanya lebih banyak inovasi hijau dari berbagai sektor bisnis, tak hanya dari perbankan. Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak bisa ditopang hanya oleh pemerintah, melainkan butuh keterlibatan aktif dunia usaha.

Program zero waste to landfill yang digagas BNI ini menjadi salah satu bentuk implementasi nyata dari agenda transisi menuju ekonomi hijau (green economy), yang saat ini menjadi prioritas global. Dalam jangka panjang, keberhasilan program ini diyakini dapat menjadi model replikasi untuk lembaga keuangan lainnya yang ingin berkontribusi dalam agenda lingkungan nasional dan global.

Langkah BNI ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai pelaku industri jasa keuangan yang adaptif terhadap tuntutan zaman, sekaligus bertanggung jawab terhadap masa depan bumi.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Peringkat S&P Jadi Momentum Indonesia Pertahankan Kepercayaan Investor

Peringkat S&P Jadi Momentum Indonesia Pertahankan Kepercayaan Investor

OJK Dorong Penguatan GRC di Industri Keuangan demi Ketahanan Nasional

OJK Dorong Penguatan GRC di Industri Keuangan demi Ketahanan Nasional

Likuiditas Jadi Fokus, DPK Bank Danamon Tetap Sesuai Target

Likuiditas Jadi Fokus, DPK Bank Danamon Tetap Sesuai Target

Kemenko Perekonomian: Bank Emas Nasional Himpun 153 Ton Emas

Kemenko Perekonomian: Bank Emas Nasional Himpun 153 Ton Emas

OJK: Rating S&P Sinyal Positif Fundamental Ekonomi RI Terjaga

OJK: Rating S&P Sinyal Positif Fundamental Ekonomi RI Terjaga