Minggu, 12 Juli 2026

PLTGU Tambak Lorok 779 MW: Teknologi Canggih untuk Efisiensi Energi oleh PLN Indonesia Power

PLTGU Tambak Lorok 779 MW: Teknologi Canggih untuk Efisiensi Energi oleh PLN Indonesia Power

Semarang - PT PLN (Persero), melalui subholding PLN Indonesia Power, resmi meluncurkan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok Blok 3 di Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (30/8). Dengan kapasitas 779 Megawatt (MW), PLTGU ini menjadi yang terbesar di Indonesia, menggunakan teknologi combined cycle single shaft terbaru yang mendukung efisiensi tinggi serta kepedulian terhadap lingkungan.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jisman Hutajulu, memberikan pujian atas pencapaian PLN dalam menghadirkan PLTGU ini dan menekankan dukungan pemerintah untuk inisiatif PLN dalam mempercepat transisi energi di Indonesia.

“Kami mengapresiasi PLN dan PLN Indonesia Power yang telah menjadi pelopor dalam mengembangkan teknologi pembangkit yang lebih canggih dan ramah lingkungan, mendukung upaya transisi energi nasional,” kata Jisman.

Baca Juga

Stagnan, Harga Buyback Emas Antam Hari Ini 12 Juli 2026

Jisman juga menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memastikan penyediaan listrik yang andal, berkelanjutan, dan terjangkau demi kesejahteraan masyarakat dan negara. “Kami berfokus pada penyediaan listrik yang andal, berkelanjutan, dan terjangkau agar tidak memberatkan masyarakat dan negara,” tambahnya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa PLTGU Tambak Lorok Blok 3 memanfaatkan teknologi terkini, menjadikannya salah satu pembangkit paling efisien dan ramah lingkungan di Indonesia.

“Dengan tingkat efisiensi mencapai 61%, pembangkit ini mampu mengurangi emisi hingga 671 ribu ton CO2 per tahun, menjadikannya lebih ramah lingkungan,” jelas Darmawan.

Redaksi

Redaksi

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening Aktif dan Dormant, Ini Rinciannya

BRI Terapkan Aturan Baru Rekening Aktif dan Dormant, Ini Rinciannya

Pengamat: Defisit APBN Semester I Belum Cukup Menopang Stabilitas Rupiah

Pengamat: Defisit APBN Semester I Belum Cukup Menopang Stabilitas Rupiah

Kurs Rupiah Tertekan, Sepanjang Pekan Terjebak di Level Rp 18.000

Kurs Rupiah Tertekan, Sepanjang Pekan Terjebak di Level Rp 18.000

Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp5.000 Jadi Rp2,655 Juta per Gram

Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp5.000 Jadi Rp2,655 Juta per Gram

OJK: RGS 2026 Perkuat Tata Kelola untuk Pertumbuhan Berkelanjutan

OJK: RGS 2026 Perkuat Tata Kelola untuk Pertumbuhan Berkelanjutan