Rabu, 15 Juli 2026

Dokter Tegaskan Bahaya Gadget bagi Tumbuh Kembang Anak Balita

Dokter Tegaskan Bahaya Gadget bagi Tumbuh Kembang Anak Balita
Dokter Tegaskan Bahaya Gadget bagi Tumbuh Kembang Anak Balita

JAKARTA - Di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat, keberadaan gadget seolah menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak balita. Meski gadget sering dianggap sebagai sarana hiburan dan edukasi, kenyataannya penggunaan yang tidak tepat justru bisa menghambat tumbuh kembang anak secara optimal. Perhatian para praktisi kesehatan anak kini tertuju pada bagaimana paparan layar digital dapat memberikan dampak negatif yang serius bagi fisik dan psikologis balita.

Dalam Webinar Grand Parenting Menuju Indonesia Emas Seri III yang diselenggarakan oleh DPPKBP3APM Kota Palangka Raya, dr. Fransiska Herintyo, Sp.A, mengungkapkan fakta-fakta penting terkait penggunaan gadget pada anak usia dini. Ia menegaskan bahwa tanpa pengawasan dan pendampingan yang baik, gadget dapat menyebabkan gangguan tidur, obesitas, serta keterlambatan bicara akibat minimnya interaksi langsung dengan orang tua.

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Membatasi Penggunaan Gadget

Baca Juga

Kalah di Babak Pertama Japan Open, Jonatan Christie Akui Sulit Beradaptasi

Penggunaan gadget yang berlebihan bukan hanya soal durasi, tetapi juga kualitas interaksi yang hilang di antara anak dan orang tua. Menurut dr. Fransiska, lebih dari dua pertiga anak tidak mendapatkan pendampingan memadai saat menggunakan gadget. Akibatnya, anak-anak terjebak dalam dunia layar yang membuat mereka sulit mengembangkan kemampuan sosial dan komunikasi secara alami.

Orang tua pun memegang peranan krusial sebagai contoh dalam penggunaan teknologi. Ketika anak melihat orang tua terus-menerus memegang ponsel, sulit bagi mereka untuk memahami pentingnya pembatasan screen time. Oleh sebab itu, menciptakan momen tanpa gadget, seperti saat makan bersama atau sebelum tidur, menjadi langkah efektif untuk membangun komunikasi dua arah yang esensial bagi tumbuh kembang anak.

Dr. Fransiska juga menyarankan agar orang tua memilih konten yang sesuai usia dan bersifat edukatif, serta aktif menemani anak saat menggunakan gadget agar interaksi tetap terjaga. Lebih jauh, pengaturan waktu penggunaan gadget sesuai usia sangat dianjurkan; bayi di bawah dua tahun sebaiknya tidak terpapar layar, sementara anak usia 2-5 tahun dibatasi maksimal satu jam per hari dengan pendampingan.

Dengan pendekatan ini, keluarga dapat memastikan anak tetap tumbuh dengan stimulasi sosial dan emosional yang memadai, sekaligus mengoptimalkan manfaat teknologi tanpa menimbulkan efek buruk. Webinar ini mengingatkan bahwa keseimbangan penggunaan gadget dan interaksi nyata adalah kunci utama untuk masa depan anak yang sehat dan cerdas.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Jannik Sinner Sukses Pertahankan Gelar Juara Wimbledon 2026

Jannik Sinner Sukses Pertahankan Gelar Juara Wimbledon 2026

Kejuaraan Tinju Asia: Pelatih Puji Performa Petinju Indonesia

Kejuaraan Tinju Asia: Pelatih Puji Performa Petinju Indonesia

Jadwal 4 Petinju Indonesia di Semifinal Asian Boxing U19 & U23

Jadwal 4 Petinju Indonesia di Semifinal Asian Boxing U19 & U23

Panjat Tebing Chamonix 2026: Putra Tri Ramadani Amankan Perunggu

Panjat Tebing Chamonix 2026: Putra Tri Ramadani Amankan Perunggu

Scaloni Abaikan Rivalitas Politik Jelang Semifinal Lawan Inggris

Scaloni Abaikan Rivalitas Politik Jelang Semifinal Lawan Inggris