Selasa, 31 Maret 2026

Wall Street Menguat, Bursa Asia Respon Kesepakatan Tarif

Wall Street Menguat, Bursa Asia Respon Kesepakatan Tarif
Wall Street Menguat, Bursa Asia Respon Kesepakatan Tarif

JAKARTA - Wall Street menutup perdagangan Rabu (16/7) dengan penguatan yang menunjukkan optimisme pasar meski diwarnai oleh ketidakpastian politik dan kebijakan moneter di Amerika Serikat. Indeks Nasdaq Composite bahkan mencatat rekor penutupan tertinggi, menandakan sektor teknologi masih menjadi motor penggerak utama bursa. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 0,53%, S&P 500 naik 0,32%, dan Nasdaq Composite bertambah 0,26%.

Penguatan ini terjadi meskipun ada laporan yang mengabarkan kemungkinan Presiden AS Donald Trump akan memecat Ketua Federal Reserve Jerome Powell, sebuah kabar yang sempat menimbulkan gejolak dan ketidakpastian pasar. Namun, pasar mampu menahan tekanan dan malah berbalik menguat, menandakan investor masih percaya pada fundamental ekonomi AS yang kuat.

Bursa Asia Merespon Positif Kesepakatan Tarif AS-Indonesia

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

Di sisi lain, bursa utama Asia menunjukkan respon yang beragam terhadap berita terbaru, terutama terkait kesepakatan tarif dagang antara AS dan Indonesia yang dinilai bisa mengurangi ketegangan perdagangan dan meningkatkan arus investasi kedua negara. Kesepakatan ini menjadi sinyal positif bagi pasar Asia, khususnya bagi negara-negara yang tergabung dalam rantai pasok global yang melibatkan kedua ekonomi tersebut.

Meski ada tekanan dari beberapa indeks regional yang melemah tipis, seperti Nikkei 225 Jepang yang turun 0,04% dan Kospi Korea Selatan yang turun 0,9%, sentimen dari kesepakatan tarif ini diyakini bisa menopang potensi pemulihan pasar. Di sisi lain, indeks Taiex Taiwan justru menguat 0,91% sebagai respons terhadap sentimen positif perdagangan.

Pergerakan Wall Street yang menguat serta dinamika di pasar Asia menunjukkan bagaimana sentimen global sangat dipengaruhi oleh kebijakan politik dan ekonomi, baik di Amerika Serikat maupun di kawasan Asia. Kesepakatan tarif AS-Indonesia menjadi salah satu katalis yang berperan penting dalam menciptakan harapan baru bagi stabilitas dan pertumbuhan pasar di tengah ketidakpastian global.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional