Selasa, 31 Maret 2026

Bank Indonesia Catat Uang Beredar M2 Juni Tumbuh Capai Rp9.597 Triliun

Bank Indonesia Catat Uang Beredar M2 Juni Tumbuh Capai Rp9.597 Triliun
Bank Indonesia Catat Uang Beredar M2 Juni Tumbuh Capai Rp9.597 Triliun

JAKARTA - Meningkatnya jumlah uang beredar menjadi indikator penting bagi dinamika ekonomi nasional. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juni 2025 mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 6,5 persen year on year (yoy), mencapai total Rp9.597,7 triliun.

Kinerja tersebut menunjukkan kenaikan dari bulan sebelumnya, di mana M2 pada Mei 2025 hanya tumbuh 4,9 persen (yoy). Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa tren pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor penting dalam struktur moneter nasional.

“Pertumbuhan M2 pada Juni 2025 sebesar 6,5 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Mei 2025 sebesar 4,9 persen (yoy) sehingga tercatat Rp9.597,7 triliun,” ujar Ramdan di Jakarta.

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

Ramdan menjelaskan bahwa pertumbuhan M2 ini ditopang oleh peningkatan uang beredar sempit (M1) yang mencapai 8,0 persen (yoy) serta kenaikan uang kuasi sebesar 4,7 persen (yoy).

Faktor Penopang: Kredit dan Aktiva Luar Negeri

Pertumbuhan uang beredar M2 pada Juni ini disebutkan terutama didorong oleh perkembangan penyaluran kredit serta aktiva luar negeri bersih. Penyaluran kredit menunjukkan pertumbuhan sebesar 7,6 persen (yoy), meskipun sedikit melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 8,1 persen (yoy).

Perlu dicatat bahwa data tersebut hanya mencakup kredit dalam bentuk pinjaman (loans), dan tidak mencakup instrumen keuangan lain seperti surat berharga, tagihan akseptasi, serta repo. Selain itu, angka kredit juga tidak memasukkan kredit dari kantor bank umum di luar negeri atau kredit kepada pemerintah pusat dan non-penduduk.

Dari sisi eksternal, aktiva luar negeri bersih mencatat pertumbuhan sebesar 3,9 persen, menunjukkan kestabilan jika dibandingkan dengan pertumbuhan pada Mei 2025.

Sementara itu, BI melaporkan bahwa tagihan bersih kepada pemerintah pusat mengalami kontraksi 8,2 persen (yoy), yang merupakan pelambatan dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 25,7 persen (yoy).

Dalam laporan tersebut, BI juga menyinggung perkembangan uang primer (M0) adjusted yang tumbuh 8,6 persen (yoy) pada Juni 2025. Kenaikan ini melanjutkan tren positif dari bulan Mei 2025 yang mencatatkan pertumbuhan 14,5 persen (yoy), sehingga nilai M0 adjusted mencapai Rp1.957,1 triliun.

Pertumbuhan uang primer ini dipicu oleh dua komponen utama, yaitu uang kartal yang diedarkan dan giro bank umum di Bank Indonesia adjusted. Masing-masing mencatat pertumbuhan 9,0 persen (yoy) dan 8,1 persen (yoy).

Menurut BI, perkembangan M0 adjusted dipengaruhi oleh strategi pengendalian moneter yang telah mempertimbangkan efek dari pemberian insentif likuiditas terhadap pasar.

Secara keseluruhan, kinerja indikator moneter sepanjang Juni 2025 mencerminkan arah kebijakan yang tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas sistem keuangan.

Bank Indonesia terus memantau berbagai variabel ekonomi dan moneter, serta tetap menjalankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional