Selasa, 31 Maret 2026

BFI Kurangi Jumlah Saham Beredar Usai Hapuskan Saham Buyback

BFI Kurangi Jumlah Saham Beredar Usai Hapuskan Saham Buyback
BFI Kurangi Jumlah Saham Beredar Usai Hapuskan Saham Buyback

JAKARTA - PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN), perusahaan pembiayaan yang telah melantai di bursa, mengambil langkah korporasi dengan menghapuskan seluruh saham treasuri hasil pembelian kembali (buyback). Total saham yang dialihkan dan dihapus dari pencatatan mencapai 927,73 juta lembar, langkah ini turut memengaruhi struktur permodalan perusahaan.

Direktur BFI Finance, Sudiono, menyatakan bahwa penghapusan ini telah memperoleh persetujuan dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Pada tanggal 22 Juli 2025, PT Bursa Efek Indonesia ("BEI") telah memberikan persetujuan atas penghapusan pencatatan seluruh Saham Treasuri tersebut sejumlah 927.732.000 lembar saham,” jelas Sudiono dalam keterbukaan informasi kepada BEI di Jakarta.

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

Dengan demikian, saham beredar dan tercatat milik BFI Finance menyusut dari 15,96 miliar lembar menjadi 15,03 miliar lembar. Pengurangan ini terjadi secara otomatis seiring dengan penghapusan saham hasil buyback.

Tanpa Dampak terhadap Operasional dan Keuangan

Manajemen BFI Finance menegaskan bahwa langkah penghapusan saham treasuri ini tidak membawa dampak langsung terhadap operasional perusahaan. Aktivitas usaha, posisi hukum, kondisi keuangan, serta prospek kelangsungan usaha disebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Artinya, perusahaan menilai pengalihan ini murni sebagai langkah pengelolaan modal dan tidak memengaruhi fundamental bisnis.

Di sisi lain, pengurangan jumlah saham beredar berpotensi meningkatkan nilai saham per lembar secara relatif karena kapitalisasi pasar terbagi dalam jumlah yang lebih kecil. Hal ini sering kali menjadi strategi perusahaan dalam menyeimbangkan struktur modalnya.

Pergerakan Saham BFIN di Pasar

Meski aksi korporasi dilakukan secara transparan dan legal sesuai regulasi, harga saham BFIN sempat mengalami penurunan. Pada sesi pertama perdagangan Senin, 28 Juli 2025, saham BFIN diperdagangkan pada level Rp775 per lembar, turun 15 poin atau sekitar 1,90% dari penutupan sebelumnya di Rp790.

Sepanjang sesi tersebut, saham BFIN telah ditransaksikan sebanyak 1.229 kali, dengan volume mencapai 8,34 juta lembar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,51 miliar, sementara kapitalisasi pasar BFIN mencapai Rp12,38 triliun.

Meski fluktuasi harga terjadi, volume dan nilai transaksi menunjukkan bahwa minat pasar terhadap saham ini masih cukup tinggi. Aktivitas perdagangan yang aktif tetap menggambarkan adanya likuiditas dan perhatian investor terhadap emiten ini.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional