Rabu, 01 April 2026

OJK Lakukan Asesmen Ketat, Bank Diminta Revisi Rencana Bisnis 2025

OJK Lakukan Asesmen Ketat, Bank Diminta Revisi Rencana Bisnis 2025
OJK Lakukan Asesmen Ketat, Bank Diminta Revisi Rencana Bisnis 2025

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyoroti dinamika industri perbankan yang menunjukkan pertumbuhan kredit melambat menjelang pertengahan 2025. Lembaga pengawas keuangan ini menegaskan bahwa mayoritas bank di Indonesia kini sedang melakukan revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) untuk menyesuaikan diri dengan tantangan ekonomi terkini.

Data OJK mencatat, hingga Mei 2025 penyaluran kredit perbankan mencapai Rp7.997,63 triliun. Angka tersebut naik 8,43 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan Mei 2024. Namun, pertumbuhan tersebut tercatat melambat dibanding April 2025 yang tumbuh 8,8 persen yoy.

Penyesuaian Strategi Menghadapi Tantangan Ekonomi

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menjelaskan bahwa revisi RBB dilakukan sebagai respons atas kondisi ekonomi global dan domestik yang bergerak dinamis. Rencana Bisnis Bank sendiri merupakan dokumen strategis berisi target kinerja dan langkah bisnis perbankan untuk periode tertentu, biasanya satu tahun.

“Secara umum, terdapat penyesuaian target menjadi lebih konservatif ke bawah target dalam RBB hasil revisi. Tingkat revisi sangat tergantung pada stabilitas ekonomi dan ekspektasi ke depan. Seperti suku bunga acuan, kemudian permintaan kredit dan juga likuiditas, maupun kinerja bank hingga posisi Juni 2025,” ujar Dian.

Dian menekankan bahwa revisi ini menjadi salah satu cara perbankan untuk tetap berada di jalur yang wajar di tengah ketidakpastian ekonomi. Dengan menurunkan target secara realistis, bank dapat mengelola risiko, mempertahankan likuiditas, dan menjaga permodalan.

OJK Lakukan Asesmen Kinerja Semester I

Saat ini, OJK tengah melakukan asesmen komprehensif terhadap kinerja perbankan selama semester I 2025. Penilaian ini dilakukan dengan membandingkan realisasi capaian setiap bank dengan target dalam RBB yang telah diserahkan sebelumnya.

Selain mengevaluasi pencapaian bisnis, OJK juga menilai faktor pendukung stabilitas keuangan, termasuk proyeksi ekonomi makro, kemampuan bank menjaga risiko kredit, hingga kecukupan likuiditas dan modal.

“Perkiraan kita sebagian besar bank masih dalam trajektori yang wajar, dengan basis asumsi terkini,” tutup Dian.

Dengan langkah ini, OJK berharap industri perbankan dapat tetap tangguh di tengah tantangan global, menjaga kepercayaan publik, dan mendorong pertumbuhan kredit yang sehat sesuai kapasitas pasar.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional