Selasa, 14 Juli 2026

PTPP Kebut Pembangunan Bendungan Cibeet Paket II Rp1,81 Triliun

PTPP Kebut Pembangunan Bendungan Cibeet Paket II Rp1,81 Triliun
PTPP Kebut Pembangunan Bendungan Cibeet Paket II Rp1,81 Triliun

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menegaskan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional melalui pengerjaan Bendungan Cibeet Paket II di Jawa Barat. Proyek senilai Rp1,81 triliun ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi di wilayah tersebut.

Bendungan ini dikerjakan oleh PTPP bekerja sama dengan MARFRI dan DMT, dengan target penyelesaian dalam 1.860 hari kalender sejak 4 September 2023 hingga 6 Oktober 2028. Hingga awal Agustus 2025, progres konstruksi menunjukkan capaian 12,62%, melampaui target 4,50%.

Bendungan Cibeet dan Manfaatnya

Baca Juga

Tambang Kucing Liar Freeport Diproyeksi Beroperasi pada 2029

Bendungan Cibeet dirancang sebagai Gravity Dam dengan material Roller Compacted Concrete (RCC), menjadikannya bendungan RCC ketiga di Indonesia dan yang pertama diinisiasi Kementerian PUPR. Teknologi RCC dipilih karena mampu mempercepat proses konstruksi, efisien dalam penggunaan material, dan ramah lingkungan.

Bendungan ini akan memberikan dampak besar, di antaranya:

Irigasi: Mendukung pengairan seluas 8.837 hektare dan meningkatkan indeks pertanaman dari 100% menjadi 300%.

Air Baku: Menyediakan pasokan 3.770 liter/detik untuk wilayah Bogor, Karawang, Bekasi, serta kawasan industri.

Pengendalian Banjir: Mampu mereduksi debit banjir hingga 66% di hilir Sungai Citarum.

Selain itu, Bendungan Cibeet berkontribusi terhadap ketahanan energi, melalui pembangkit listrik tenaga mikrohidro berkapasitas 0,25 MW dan pembangkit listrik tenaga surya sebesar 110 MW yang memanfaatkan area genangan.

Inovasi dan Komitmen PTPP

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menegaskan bahwa pembangunan Bendungan Cibeet merupakan wujud nyata kontribusi PTPP dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Teknologi dan inovasi yang kami terapkan mencerminkan komitmen PTPP dalam menghasilkan proyek berkualitas tinggi dan berdampak luas bagi masyarakat, serta berdampingan dengan proyek Asta Cita Pemerintah yaitu proyek-proyek ketahanan pangan, air, dan energi,” jelas Joko, Senin (4/8/2025).

Inovasi yang diterapkan di proyek ini mencakup:

Drone LiDAR untuk pemetaan topografi berpresisi tinggi.

Penerapan RCC untuk efisiensi struktur dan percepatan konstruksi.

Sebagai perusahaan yang berdiri sejak 1953, PTPP terus memperkuat posisinya sebagai pionir pembangunan infrastruktur nasional, dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi unggul.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Tzuyu TWICE Dikabarkan Belum Tentu Perpanjang Kontrak dengan JYP

Tzuyu TWICE Dikabarkan Belum Tentu Perpanjang Kontrak dengan JYP

Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Lebih Mudah Lewat BYOND, Bisnis OTO Tumbuh 12,40%

Pengajuan Pembiayaan Kendaraan Lebih Mudah Lewat BYOND, Bisnis OTO Tumbuh 12,40%

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Transformasi Layanan BSI Dorong Peningkatan 24 Juta Nasabah

Garuda Perkuat Layanan Lewat Skema Baru Bagasi Piece Concept

Garuda Perkuat Layanan Lewat Skema Baru Bagasi Piece Concept

Terapkan Tata Kelola Baik, PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026

Terapkan Tata Kelola Baik, PGN Raih Penghargaan GCG Awards 2026