Rabu, 01 April 2026

Bank Indonesia Catat Kenaikan Uang Primer, Likuiditas Ekonomi Terjaga

Bank Indonesia Catat Kenaikan Uang Primer, Likuiditas Ekonomi Terjaga
Bank Indonesia Catat Kenaikan Uang Primer, Likuiditas Ekonomi Terjaga

JAKARTA - Bank Indonesia mencatat adanya peningkatan signifikan pada jumlah uang primer yang beredar di masyarakat dan tersimpan di bank sentral. Data terbaru Juli 2025 menunjukkan uang primer yang telah disesuaikan (M0 Adjusted) mencapai Rp1.925,4 triliun, naik 7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini memberikan gambaran penting mengenai kondisi likuiditas dalam perekonomian Indonesia.

Apa Itu M0 Adjusted dan Mengapa Penting?

M0 Adjusted adalah indikator uang primer yang tidak hanya mencakup uang tunai yang beredar di masyarakat, tetapi juga rekening giro bank umum di Bank Indonesia, setelah dilakukan penyesuaian untuk menghilangkan efek insentif likuiditas yang dapat memengaruhi data secara tidak akurat.

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

“Dengan penyajian data M0 Adjusted sejak Januari 2025, Bank Indonesia berupaya memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika uang primer dan pengaruh kebijakan moneter terhadap likuiditas perekonomian,” jelas Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia.

Penyesuaian ini penting agar publik dan pelaku ekonomi memperoleh informasi yang jujur dan transparan, sehingga dapat memahami kondisi riil uang yang tersedia dalam sistem keuangan nasional.

Faktor Pendorong Kenaikan Uang Primer

Kenaikan M0 Adjusted ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, uang kartal atau uang tunai yang beredar di masyarakat meningkat sebesar 9,7 persen. Ini menunjukkan adanya pertumbuhan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai dalam aktivitas sehari-hari.

Kedua, giro bank umum di Bank Indonesia naik 8,4 persen. Giro ini merupakan simpanan wajib bank yang dikelola oleh Bank Indonesia sebagai alat pengendali likuiditas dan pelaksanaan kebijakan moneter.

Kedua aspek ini yang secara simultan menguat, menandakan likuiditas dalam sistem keuangan nasional masih dalam kondisi yang sehat dan mencukupi untuk mendukung aktivitas ekonomi.

Dengan data M0 Adjusted, Bank Indonesia semakin transparan dalam menyajikan informasi dan memudahkan masyarakat untuk memahami pengaruh kebijakan moneter terhadap peredaran uang. Lonjakan uang primer ini juga menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah berbagai dinamika global.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional