Rabu, 01 April 2026

Tren Bursa Asia dan IHSG Mengiringi Perundingan Dagang AS China

Tren Bursa Asia dan IHSG Mengiringi Perundingan Dagang AS China
Tren Bursa Asia dan IHSG Mengiringi Perundingan Dagang AS China

JAKARTA - Pasar saham Asia pada Senin pagi, 11 Agustus 2025, menunjukkan pergerakan yang beragam. Para pelaku pasar masih menanti dengan seksama hasil dari perundingan dagang antara Amerika Serikat dan China, yang akan menentukan apakah batas waktu gencatan senjata tarif yang dijadwalkan berakhir pada 12 Agustus bakal diperpanjang atau tidak.

Situasi ini turut memengaruhi dinamika indeks saham utama di kawasan Asia, di mana sejumlah bursa bergerak positif sementara lainnya mencatat penurunan. Investor juga memperhatikan pengumuman penting dari bank sentral Australia yang akan keluar keesokan harinya, serta aktivitas di bursa saham Jepang yang tutup untuk hari ini karena libur nasional.

Bursa Asia Bergerak Variatif Jelang Keputusan Penting

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

Pada pembukaan perdagangan pagi ini, indeks ASX 200 Australia mencatat kenaikan sebesar 0,43 persen, berlanjut menguat 0,23 persen menjadi 8.827 poin. Sementara itu, di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq dibuka mendatar, dengan Kospi mengalami penurunan tipis 0,11 persen ke posisi 3.206,62.

Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada perusahaan Jepang, SoftBank, yang sedang mempersiapkan penawaran umum perdana (IPO) PayPay, operator aplikasi pembayaran digital. SoftBank menggandeng beberapa bank investasi besar seperti Goldman Sachs dan Morgan Stanley untuk IPO ini yang ditargetkan dapat mengumpulkan dana lebih dari 2 miliar Dolar AS, dan kemungkinan terlaksana pada kuartal terakhir tahun 2025.

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Waspadai Tekanan Jual Asing

Sementara itu, pasar saham domestik Indonesia tampak optimis di awal pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan tren kenaikan setelah pekan lalu berhasil menutup sesi dengan penguatan 0,58 persen ke level 7.533.

Dukungan juga datang dari harga ETF saham Indonesia di pasar internasional, iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO), yang mengalami kenaikan 0,59 persen menjadi 17,83 Dolar AS di New York Stocks Exchange.

Meski demikian, beberapa analis mengingatkan bahwa IHSG masih harus berhati-hati menghadapi tekanan jual yang cukup tinggi dari investor asing. Secara teknikal, indeks berpeluang menguat menuju level 7.600, tetapi risiko koreksi turun ke bawah 7.500 tetap ada, seiring tingginya volume transaksi penjualan.

Dengan situasi ini, pasar ke depan akan sangat dipengaruhi oleh keputusan terkait kebijakan perdagangan AS-China serta pergerakan sentimen global lainnya, yang akan menjadi kunci bagi stabilitas dan arah pergerakan indeks saham di kawasan.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional