Selasa, 31 Maret 2026

PTPP Raih Rekor MURI, Bangun Masjid dengan Kubah dan Jam Terbesar Indonesia

PTPP Raih Rekor MURI, Bangun Masjid dengan Kubah dan Jam Terbesar Indonesia
PTPP Raih Rekor MURI, Bangun Masjid dengan Kubah dan Jam Terbesar Indonesia

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk (PTPP) menorehkan prestasi gemilang di dunia konstruksi nasional. Perseroan berhasil meraih dua penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) berkat Masjid Raya Baitul Khairaat di Sulawesi Tengah.

Masjid ini diakui sebagai masjid dengan kubah terbesar di Indonesia dan menara jam analog terbesar di Indonesia. Keberhasilan ini sekaligus menjadi simbol kebanggaan masyarakat Sulawesi Tengah pascabencana 2018.

Inovasi Konstruksi dan Desain Arsitektur

Baca Juga

Kinerja INET 2025 Melejit Tajam, Pendapatan Naik 201 Persen dan Laba Melonjak Signifikan

Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan pembangunan masjid ini bukan sekadar proyek konstruksi biasa. “Proyek ini merupakan simbol kebangkitan dan kebaikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah, sekaligus bukti keunggulan PTPP dalam proyek berskala besar,” ujarnya.

Kubah utama masjid memiliki diameter 90 meter dan dibangun menggunakan sistem rangka baja lengkung tanpa pilar tengah. Sementara menara jam analog berdiameter 19,3 meter menjadi yang terbesar di Indonesia dan kelima terbesar di dunia.

Keberhasilan ini menegaskan kemampuan PTPP dalam menggabungkan presisi teknik, inovasi arsitektur, dan manajemen proyek berskala kompleks. Pembangunan dilakukan di wilayah dengan tantangan geografis dan kondisi seismik yang tinggi, menambah nilai teknis dari proyek ini.

Sistem jam analog dilengkapi sinkronisasi berbasis GPS dan pencahayaan iluminatif. Fitur ini menambah keindahan masjid pada malam hari dan memastikan waktu sholat tepat bagi jamaah.

Apresiasi dan Sinergi Pemerintah Daerah

Andi Ruly Djanggola, Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Tengah, menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan proyek ini. Masjid Raya Baitul Khairaat menjadi pusat peradaban Islam dan pintu berkah bagi masyarakat setempat.

Pembangunan masjid melibatkan sinergi lintas kepemimpinan daerah. Proses dimulai dari inisiasi desain oleh Gubernur Longki Djanggola, groundbreaking oleh Gubernur Rusdy Mastura, hingga penyelesaian dan pembentukan kelembagaan pengelolaan oleh Gubernur Anwar Hafid.

Dedikasi dan profesionalisme tim PTPP mendapat pujian karena berhasil menyelesaikan proyek tepat waktu dan sesuai standar kualitas. Langkah ini mencerminkan komitmen kuat perusahaan dalam menghadirkan karya konstruksi monumental yang bernilai sosial dan spiritual.

Filosofi dan Nilai Spiritual Masjid

Masjid dibangun di atas lahan dengan proyek senilai Rp376,65 miliar. PTPP mengerjakan proyek ini sejak 23 Oktober 2023 hingga 15 November 2025, dengan realisasi fisik mencapai 99,18 persen, melampaui target waktu dan mutu yang ditetapkan.

Setiap elemen masjid memiliki makna filosofis mendalam. Tinggi bangunan 30 meter melambangkan 30 juz Al-Qur’an, dua menara setinggi 66,66 meter merepresentasikan 6.666 ayat Al-Qur’an, dan 99 ornamen jendela menggambarkan Asmaul Husna.

Kubah utama berbentuk mutiara menjadi titik fokus arsitektur masjid. Desain ini menghadirkan perpaduan keindahan estetika dan ketahanan struktur, menegaskan keahlian PTPP dalam menghadirkan proyek monumental.

Menara jam analog juga menjadi simbol keunggulan teknik dan presisi. Dengan diameter 19,3 meter, menara jam ini tidak hanya besar tetapi juga fungsional, membantu masyarakat mengatur waktu ibadah secara tepat.

Dampak Sosial dan Kebanggaan Nasional

Keberhasilan PTPP membangun Masjid Raya Baitul Khairaat membawa dampak positif bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Masjid ini menjadi simbol kebangkitan sosial, spiritual, dan ekonomi pascabencana, sekaligus meningkatkan citra daerah di tingkat nasional.

Proyek ini juga membuka peluang pengembangan pariwisata religi dan komunitas di sekitar masjid. Keindahan arsitektur, kubah besar, dan menara jam megah menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Penghargaan MURI yang diterima menegaskan posisi PTPP sebagai perusahaan konstruksi terdepan di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti kemampuan perusahaan menghadirkan proyek berkelas dunia sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.

PTPP membuktikan bahwa proyek konstruksi tidak hanya soal struktur fisik tetapi juga nilai sosial, budaya, dan spiritual. Masjid Raya Baitul Khairaat kini menjadi ikon kebanggaan Sulawesi Tengah dan lambang prestasi konstruksi nasional.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Transformasi Kinerja PADA 2025 Sukses, Dari Tekanan Kerugian Kini Kembali Raup Keuntungan

Transformasi Kinerja PADA 2025 Sukses, Dari Tekanan Kerugian Kini Kembali Raup Keuntungan

PADA Catat Pertumbuhan Pendapatan 27 Persen dan Laba Bersih Positif Setelah Akuisisi

PADA Catat Pertumbuhan Pendapatan 27 Persen dan Laba Bersih Positif Setelah Akuisisi

Terima Kasih 119.433 Pelanggan Setia Percayakan Perjalanan Lebaran “Semakin Melayani” Bersama KAI Wisata

Terima Kasih 119.433 Pelanggan Setia Percayakan Perjalanan Lebaran “Semakin Melayani” Bersama KAI Wisata

Pendapatan dan Laba Blue Bird Tembus Angka Fantastis, Menjadi Sorotan Investor Sepanjang Tahun 2025

Pendapatan dan Laba Blue Bird Tembus Angka Fantastis, Menjadi Sorotan Investor Sepanjang Tahun 2025

Pendapatan Kalbe Farma Melesat, Laba Bersih Capai Triliunan Rupiah Sepanjang 2025

Pendapatan Kalbe Farma Melesat, Laba Bersih Capai Triliunan Rupiah Sepanjang 2025