Rabu, 01 April 2026

Tren Harga Properti Residensial Tumbuh Lambat di Kuartal III 2025

Tren Harga Properti Residensial Tumbuh Lambat di Kuartal III 2025
Tren Harga Properti Residensial Tumbuh Lambat di Kuartal III 2025

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) merilis hasil Survei Harga Properti Residensial untuk kuartal III-2025. Hasilnya menunjukkan bahwa harga properti hunian tumbuh terbatas dengan Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) berada di 110,36.

Pertumbuhan tahunan (year-on-year/yoy) hanya tercatat 0,84%. Angka ini melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar 0,9% yoy.

Pelambatan tersebut menunjukkan bahwa pasar properti residensial belum menunjukkan kekuatan signifikan. Penjualan unit properti tipe menengah dan besar masih lesu, meskipun tipe kecil masih menunjukkan pertumbuhan positif.

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam

“Secara keseluruhan, penjualan unit properti residensial di pasar primer tercatat mengalami kontraksi sebesar 1,29% yoy. Membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencatatkan kontraksi 3,8% yoy,” ungkap laporan BI.

Penjualan dan Preferensi Konsumen

Lesunya penjualan properti menengah dan besar menjadi indikasi daya beli masyarakat yang masih terbatas. Sementara itu, permintaan terhadap hunian tipe kecil tetap menjadi penopang pasar residensial.

Dari sisi pembiayaan pembangunan, survei BI menunjukkan bahwa mayoritas pengembang mengandalkan dana internal. Pangsa penggunaan dana internal mencapai 77,67% untuk pembangunan properti residensial.

Di sisi konsumen, skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi pilihan utama. Sekitar 74,41% pembelian rumah di pasar primer dilakukan melalui KPR, menunjukkan peran penting pembiayaan bank dalam sektor properti.

Prospek Pasar Properti di Masa Mendatang

Pelambatan pertumbuhan harga properti menandakan perlunya strategi untuk mendorong pasar. Pengembang perlu menyesuaikan produk hunian sesuai kemampuan daya beli konsumen.

Selain itu, ketersediaan pembiayaan tetap menjadi faktor kunci bagi pergerakan pasar properti. Skema KPR dan dukungan pembiayaan internal pengembang dapat membantu menjaga stabilitas penjualan.

Harga properti yang cenderung stagnan dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk membeli atau investasi properti. Meski pertumbuhan lambat, pasar properti tipe kecil tetap memberikan peluang bagi pengembang dan konsumen.

Pergerakan harga properti juga dipengaruhi kondisi ekonomi makro dan suku bunga. Stabilitas ekonomi dan ketersediaan kredit murah dapat mendorong pertumbuhan pasar residensial lebih lanjut.

Secara keseluruhan, kuartal III-2025 mencerminkan pasar properti yang masih berhati-hati. Pertumbuhan harga terbatas dan penjualan unit menengah serta besar yang lesu menjadi indikator perlunya strategi baru.

Pengembang perlu fokus pada produk yang sesuai daya beli dan memanfaatkan skema pembiayaan seperti KPR. Dengan dukungan pembiayaan yang memadai dan strategi pemasaran tepat, pasar properti residensial diharapkan bisa kembali tumbuh secara stabil.

Nathasya Zallianty

Nathasya Zallianty

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kabar Kenaikan Harga BBM Awal April 2026, Subsidi Dipastikan Tetap Aman

Kabar Kenaikan Harga BBM Awal April 2026, Subsidi Dipastikan Tetap Aman

Tarif Listrik April Juni 2026 Resmi Tetap Pemerintah Jaga Daya Beli

Tarif Listrik April Juni 2026 Resmi Tetap Pemerintah Jaga Daya Beli

Tarif Listrik Terbaru April Juni 2026 Tidak Naik Ini Daftar Lengkap

Tarif Listrik Terbaru April Juni 2026 Tidak Naik Ini Daftar Lengkap

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran

Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran