Rabu, 01 April 2026

Harga Batu Bara Stabil di Atas US$110/Ton

Harga Batu Bara Stabil di Atas US$110/Ton
Harga Batu Bara Stabil di Atas US$110/Ton

JAKARTA - Harga batu bara terus menunjukkan tren positif di pasar global. 

Pada perdagangan Kamis, 6 November 2025, harga batu bara untuk kontrak pengiriman bulan mendatang di ICE Newcastle ditutup pada US$ 110,65/ton, menguat 0,64% dibandingkan hari sebelumnya. Dalam seminggu terakhir, batu bara naik 1,61%, sementara dalam sebulan terakhir mencatat kenaikan 5,58%.

Meski dunia gencar beralih ke energi baru-terbarukan, energi fosil seperti batu bara tetap menjadi komoditas strategis yang sulit ditinggalkan. Permintaan global yang stabil membuat harga batu bara tetap berada di zona positif.

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam

Batu Bara dan Isu Perubahan Iklim

Dalam konteks global, penggunaan batu bara masih menjadi sorotan. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menekankan pada KTT Iklim COP30 di Brasil bahwa kegagalan dunia dalam menahan kenaikan suhu global di atas 1,5°C adalah bentuk “kegagalan moral” dan sikap abai terhadap perubahan iklim.

Meski begitu, realitas pasar menunjukkan bahwa kebutuhan energi fosil masih tinggi. Hal ini menjadi salah satu faktor pendorong harga batu bara tetap kuat di kisaran US$110/ton, bahkan di tengah upaya transisi energi hijau.

Analisis Teknikal Harga Batu Bara

Secara teknikal, batu bara berada di zona bullish dengan Relative Strength Index (RSI) sebesar 73, menunjukkan momentum kenaikan yang kuat. Namun, RSI di atas 70 menandakan kondisi jenuh beli (overbought), sehingga risiko koreksi juga meningkat.

Indikator Stochastic RSI memperkuat sinyal ini, berada di angka 91, menunjukkan potensi terbatasnya ruang kenaikan harga dalam jangka pendek. Target support terdekat berada di US$109/ton (Moving Average 5). Jika harga menembus level ini, harga berisiko turun ke kisaran US$106-105/ton.

Di sisi lain, ruang kenaikan masih ada, dengan target resisten US$111-112/ton. Penembusan di atas level ini dapat mendorong harga ke US$113-116/ton, meski peluangnya terbatas karena indikasi overbought yang kuat.

Prospek dan Risiko Pasar Batu Bara

Batu bara tetap menjadi komoditas penting untuk energi dan industri global. Permintaan yang stabil dari negara-negara besar, termasuk Tiongkok dan India, menjaga harga tetap kuat. Namun, sinyal teknikal menunjukkan bahwa investor perlu mewaspadai risiko koreksi jangka pendek.

Faktor eksternal, seperti kebijakan transisi energi, ketegangan geopolitik, dan regulasi emisi karbon, juga dapat mempengaruhi pergerakan harga. Analisis harian dan pemantauan pasar tetap krusial bagi pelaku industri dan investor.

Harga batu bara saat ini mencerminkan kombinasi permintaan kuat dan sentimen pasar global, sekaligus menunjukkan batasan kenaikan jangka pendek akibat kondisi overbought. Pelaku pasar perlu memantau level support dan resisten untuk menentukan strategi trading atau investasi yang tepat.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kabar Kenaikan Harga BBM Awal April 2026, Subsidi Dipastikan Tetap Aman

Kabar Kenaikan Harga BBM Awal April 2026, Subsidi Dipastikan Tetap Aman

Tarif Listrik April Juni 2026 Resmi Tetap Pemerintah Jaga Daya Beli

Tarif Listrik April Juni 2026 Resmi Tetap Pemerintah Jaga Daya Beli

Tarif Listrik Terbaru April Juni 2026 Tidak Naik Ini Daftar Lengkap

Tarif Listrik Terbaru April Juni 2026 Tidak Naik Ini Daftar Lengkap

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran

Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran