China Terapkan Aturan Baru Tangani Limbah Baterai Mobil Listrik
- Jumat, 07 November 2025
JAKARTA - Pemerintah China mengambil langkah strategis untuk mengatasi meningkatnya limbah baterai kendaraan listrik.
Dengan pertumbuhan pesat industri kendaraan listrik, limbah baterai menjadi tantangan lingkungan dan ekonomi. Mengutip ArenaEV, negara ini tengah menyiapkan standar nasional baru untuk memperkuat sistem daur ulang baterai, dengan fokus pada efisiensi pemulihan material penting.
Hasil program percontohan menunjukkan potensi tinggi dalam pemulihan logam dari baterai bekas. Beberapa perusahaan mampu memulihkan hingga 99,6 persen nikel, kobalt, dan mangan, serta 96,5 persen litium, membuktikan bahwa baterai kendaraan listrik masih memiliki nilai ekonomi signifikan setelah masa pakainya berakhir.
Baca JugaHarga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam
Komite Teknis Nasional Susun Regulasi Terpadu
Pemerintah China membentuk komite teknis nasional yang melibatkan para ahli baterai, produsen kendaraan listrik, pemasok bahan baku, dan perusahaan daur ulang. Tugas komite ini adalah menyusun regulasi menyeluruh agar rantai pasok baterai bekas dapat terintegrasi secara efisien.
Langkah ini sejalan dengan persetujuan lima standar nasional baru oleh Administrasi Umum Pengawasan Pasar China. Standar ini mencakup seluruh proses daur ulang, mulai dari:
Penanganan baterai bekas
Penyimpanan sementara yang aman
Pembongkaran dan pemisahan material secara terkontrol
Sebelumnya, industri mengacu pada pedoman ‘Spesifikasi Daur Ulang dan Pembongkaran Baterai Tenaga Kendaraan’, yang belum sepenuhnya menyatukan praktik daur ulang di seluruh wilayah.
Dampak Positif bagi Lingkungan dan Ekonomi
Penerapan aturan baru ini diharapkan meningkatkan transparansi dan konsistensi praktik daur ulang di seluruh China. Pendekatan berbasis standar dapat menekan ketergantungan pada bahan tambang baru, sehingga mengurangi tekanan lingkungan akibat ekstraksi mineral.
Selain itu, sektor daur ulang baterai berpotensi menciptakan nilai ekonomi tambahan melalui:
Pemanfaatan kembali logam langka dalam produksi baterai baru
Perkembangan teknologi material ramah lingkungan
Peningkatan lapangan kerja di industri pengolahan limbah elektronik
Efisiensi pemulihan yang tinggi juga mendorong inovasi dalam metode daur ulang dan teknologi pengolahan baterai, yang dapat menjadi motor pertumbuhan industri hijau di China.
Baterai Bekas Tetap Bernilai Ekonomi
Data percontohan menunjukkan bahwa baterai kendaraan listrik yang telah habis masa pakainya masih memiliki nilai. Dengan pemrosesan yang tepat, logam penting seperti nikel, kobalt, mangan, dan litium dapat diambil kembali hampir seluruhnya.
Pendekatan ini sejalan dengan tujuan China untuk mengurangi jejak karbon sektor transportasi dan mendukung ekonomi sirkular. Baterai bekas tidak lagi sekadar limbah, tetapi menjadi sumber bahan baku berharga bagi industri kendaraan listrik dan teknologi material.
Langkah China ini juga memberi sinyal penting bagi negara lain yang menghadapi tantangan serupa, bahwa standarisasi dan integrasi rantai pasok daur ulang dapat menjadi solusi untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik tanpa mengorbankan lingkungan.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prediksi Starting XI Italia Vs Bosnia Gattuso Andalkan Formasi Pemenang Lagi
- Selasa, 31 Maret 2026
Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, PSG dan Bayern Munich Berebut Tanda Tangannya
- Selasa, 31 Maret 2026
Real Madrid Siapkan Rodri Jadi Rekrutan Perdana Setelah Setujui Kepindahan Musim Panas
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)