Selasa, 31 Maret 2026

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Pesawat 21 Desember

Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Pesawat 21 Desember
Kemenhub Prediksi Puncak Arus Mudik Pesawat 21 Desember

JAKARTA - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub memprediksi arus penumpang pesawat bakal meningkat signifikan selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Direktur Jenderal Hubud, Lukman F. Laisa, menyebut pihaknya telah menyiapkan operasi khusus untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama periode padat.

“Kami memperkirakan jumlah penumpang mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, baik untuk rute domestik dan internasional,” ujarnya.

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam

Prediksi ini menjadi sinyal bagi maskapai dan bandara untuk meningkatkan kesiapan dalam melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan liburan akhir tahun.

Posko Pemantauan dan Armada Siap Siaga

Untuk mendukung kelancaran Nataru, Kemenhub menyiapkan posko pemantauan yang akan beroperasi mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Posko ini memantau aktivitas di 257 bandara di seluruh Indonesia, termasuk bandara internasional dan domestik.

Ditjen Hubud memperkirakan kebutuhan armada pesawat selama Nataru mencapai 326 unit, dengan rincian 286 pesawat jet dan 40 pesawat propeller. Saat ini, total armada pesawat di Indonesia sebanyak 560 unit, dengan 366 siap beroperasi dan 194 dalam perawatan.

Maskapai dengan armada terbanyak adalah Lion Air (97 unit), Wings Air (77 unit), dan Garuda Indonesia (81 unit), memastikan ketersediaan layanan untuk masyarakat.

Puncak Arus Keberangkatan dan Balik Bandara

Lukman memprediksi puncak arus keberangkatan akan terjadi pada 21 Desember 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 3–4 Januari 2026. Bandara tersibuk selama Nataru diprediksi meliputi Soekarno-Hatta (Tangerang), Ngurah Rai (Denpasar), Sultan Hasanuddin (Makassar), Kualanamu (Medan), dan Juanda (Surabaya).

Untuk rute internasional, pergerakan penumpang terbanyak akan terjadi dari dan menuju Singapura serta Kuala Lumpur. 

“Kami sudah menyiapkan contingency plan dan pedoman bandara siaga bencana untuk menghadapi kondisi darurat,” tegas Lukman. Hal ini memastikan bahwa setiap kemungkinan darurat dapat ditangani secara cepat dan efektif.

Diskon Tiket Tekan Biaya Perjalanan
Selain memastikan operasional, pemerintah juga memberikan insentif untuk menekan tarif tiket pesawat selama Nataru. Diskon berlaku untuk pembelian tiket pada 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan periode penerbangan 22 Desember 2025 – 10 Januari 2026.

Diskon tiket sebesar 13%–14% diberikan melalui beberapa penyesuaian biaya, termasuk Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 6%. Pemerintah menanggung sisa PPN 5% dari total 11%, sehingga meringankan biaya perjalanan bagi penumpang.

Selain itu, biaya tambahan bahan bakar atau fuel surcharge (FS) diturunkan melalui SK Menteri Perhubungan No. KM 50/2025. Penurunan FS berlaku sebesar 2% untuk pesawat jet dan 20% untuk pesawat propeller, sehingga tarif tiket bisa lebih terjangkau.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat menggunakan transportasi udara, sekaligus memastikan perjalanan liburan Natal dan Tahun Baru lebih nyaman dan aman.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Kabar Kenaikan Harga BBM Awal April 2026, Subsidi Dipastikan Tetap Aman

Kabar Kenaikan Harga BBM Awal April 2026, Subsidi Dipastikan Tetap Aman

Tarif Listrik April Juni 2026 Resmi Tetap Pemerintah Jaga Daya Beli

Tarif Listrik April Juni 2026 Resmi Tetap Pemerintah Jaga Daya Beli

Tarif Listrik Terbaru April Juni 2026 Tidak Naik Ini Daftar Lengkap

Tarif Listrik Terbaru April Juni 2026 Tidak Naik Ini Daftar Lengkap

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Pemerintah Percepat Proyek Blok Masela Senilai US$20,9 Miliar Untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional 2026

Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran

Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran