JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menekankan pentingnya standar halal yang terintegrasi dalam H20 Summit 2025.
Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyatakan bahwa masa depan industri halal global tergantung pada keberhasilan negara-negara dalam membangun sistem sertifikasi yang selaras.
“Penyelarasan standar halal global, termasuk mekanisme saling pengakuan, merupakan kebutuhan mendesak untuk menciptakan ekosistem halal dunia yang kredibel,” kata Haikal. Ia menambahkan, harmonisasi standar mempermudah sertifikasi, meningkatkan efisiensi perdagangan, dan memperkuat posisi industri halal di pasar internasional.
Baca JugaHarga Minyak Dunia Terus Naik Terdorong Krisis Timur Tengah dan WTI Menguat Tajam
Era Halal Global Butuh Kolaborasi Antarnegara
Haikal menegaskan globalisasi sektor halal menuntut transparansi, akuntabilitas, dan jejaring kolaborasi antarnegara.
“Tidak ada negara yang bisa bekerja sendiri. Kita harus berjalan bersama untuk membangun kepercayaan dan memastikan kemanfaatan halal dirasakan secara luas oleh masyarakat dunia,” ujarnya.
H20 Summit 2025 mengangkat tema “Global Halal Governance: Strengthening Identity, Trust, and Economic Growth”.
Forum ini, yang diinisiasi BPJPH dan South African National Halaal Authority (SANHA), menjadi tonggak penting dalam memperkuat tata kelola halal global melalui dialog kebijakan dan penyelarasan standar.
Transformasi Digital Dorong Ekosistem Halal Modern
H20 Summit menghasilkan komunike global yang menekankan percepatan transformasi digital di ekosistem halal.
Delegasi sepakat integrasi data lintas negara, pemanfaatan blockchain, QR-based traceability, dan platform digital inovatif sangat penting untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi layanan halal global.
Teknologi digital dianggap prasyarat membangun ekosistem halal modern, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan industri. BPJPH mendorong semua pemangku kepentingan untuk memanfaatkan inovasi digital agar sertifikasi halal lebih cepat, aman, dan dapat diakses secara global.
Manfaat Industri Halal Harus Inklusif
Komunike H20 Summit juga menekankan penguatan tata kelola halal harus selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Peserta menyerukan agar manfaat ekonomi dari industri halal dirasakan luas, khususnya pada UMKM, komunitas produsen, dan pelaku industri di negara berkembang.
H20 Summit 2025 dihadiri 233 peserta dari 49 negara, termasuk regulator halal, lembaga sertifikasi, akademisi, dan pelaku industri global. Forum ini menjadi platform strategis untuk membahas kebijakan, membangun jejaring, dan mendorong kolaborasi internasional demi ekosistem halal yang kredibel dan berkelanjutan.
Tata Kelola Halal Sebagai Motor Ekonomi Global
BPJPH menegaskan harmonisasi standar dan integrasi digital menjadi kunci penguatan industri halal global.
Dengan kolaborasi internasional dan pemanfaatan teknologi, sektor halal diharapkan mampu menciptakan efisiensi perdagangan, meningkatkan kepercayaan publik, dan memberikan manfaat ekonomi yang inklusif.
Wildan Dwi Aldi Saputra
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Prediksi Starting XI Italia Vs Bosnia Gattuso Andalkan Formasi Pemenang Lagi
- Selasa, 31 Maret 2026
Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool, PSG dan Bayern Munich Berebut Tanda Tangannya
- Selasa, 31 Maret 2026
Real Madrid Siapkan Rodri Jadi Rekrutan Perdana Setelah Setujui Kepindahan Musim Panas
- Selasa, 31 Maret 2026
Berita Lainnya
Prediksi Kenaikan Harga BBM Non Subsidi Mulai 1 April 2026 Dampak Konflik AS-Iran
- Selasa, 31 Maret 2026













.jpg)