Rabu, 01 April 2026

Bitcoin Bertahan, Zcash dan Hyperliquid Naik Drastis

Bitcoin Bertahan, Zcash dan Hyperliquid Naik Drastis
Bitcoin Bertahan, Zcash dan Hyperliquid Naik Drastis

JAKARTA - Pasar aset kripto terpantau melemah pada perdagangan Kamis (20/11/2025) akibat sentimen risk-off global.

Rilis risalah FOMC memicu kekhawatiran bahwa The Fed masih mempertahankan kebijakan moneter ketat, menahan suku bunga tinggi lebih lama.

Indeks Ketakutan dan Keserakahan Kripto (Crypto Fear & Greed Index) jatuh ke 15, menandakan investor berada dalam mode panik.

Baca Juga

Bank Jatim Optimalkan Strategi Digital dan Sinergi BPD, Laba Bersih Tembus Rp1,54 Triliun

Altcoin Tertekan, Bitcoin Jadi Pelabuhan Aman
Altcoin merespons negatif terhadap sinyal hawkish The Fed. Ethereum turun -1,95% ke $3.042,59, XRP -3,61%, dan BNB -2,84%. Dogecoin juga turun -3,08%, menunjukkan likuiditas pasar yang menipis dan sentimen risiko tinggi.

Di sisi lain, Bitcoin (BTC) relatif stabil dengan kenaikan tipis +0,13% di $92.495,93. Investor cenderung memarkir dana di BTC atau stablecoin sebagai safe haven.

Zcash Melesat: Aset Privasi Jadi Primadona
Zcash (ZEC) menunjukkan pergerakan spektakuler, naik +12,26% dalam 24 jam dan +33,64% sepekan ke level $680,06.
Fenomena ini dianggap sebagai narasi “Flight to Privacy”, di mana investor beralih ke aset yang menawarkan anonimitas transaksi di tengah ketidakpastian makro dan regulasi.

Selain itu, pergerakan ZEC juga didorong oleh faktor teknikal, sebagai aset oversold dengan potensi rebound unik.

Hyperliquid Masih Hijau di Tengah Badai
Hyperliquid (HYPE) menjadi satu-satunya aset lain yang bertahan hijau dengan kenaikan +0,98%.
Kedua aset ini menunjukkan bahwa dalam pasar bearish, investor tetap mencari sektor atau narasi spesifik yang menjanjikan, menandakan masuknya “smart money”.

Dengan Fear Index di level ekstrem 15, pasar kripto berada dalam kondisi oversold, namun rebound berkelanjutan masih menunggu sinyal dovish dari The Fed.

Sinyal Positif Dari Kebijakan The Fed
Meskipun pasar sedang jenuh jual, The Fed diperkirakan menghentikan pengurangan balance sheet pada Desember mendatang. Langkah ini bisa menjadi katalis positif, memberi ruang bagi investor untuk menilai ulang portofolio kripto dan potensi pemulihan jangka pendek.

Namun, teori 4-year cycle menunjukkan pasar kripto sudah melewati puncaknya pada Oktober 2025, menyiapkan skenario bear market untuk beberapa bulan mendatang.

Wildan Dwi Aldi Saputra

Wildan Dwi Aldi Saputra

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

Pemerintah Tetapkan DBH CHT 2026 Sebesar Rp3,28 Triliun, Jawa Timur Terima Alokasi Terbesar

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

KUR BRI 2026 Bunga Rendah 0,5 persen per Bulan, UMKM Bisa Naik Kelas Cepat dan Mengembangkan Usaha

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI (BBNI) Catatkan Laba Bersih Meningkat Signifikan Hingga Februari 2026 Didukung Kinerja Kredit dan Dana Pihak Ketiga

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

BNI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Lancar Selama Libur Hari Paskah 2026 Dengan Kanal Digital dan Cabang Terbatas

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional

Transformasi Digital BSI 2026 Dorong Pengguna BYOND Tembus 10 Juta Nasabah Aktif Secara Nasional