Rabu, 15 Juli 2026

BSI Gandeng Natasha Group untuk Perluas Digitalisasi Layanan Perbankan Syariah di Industri Kosmetik Halal

BSI Gandeng Natasha Group untuk Perluas Digitalisasi Layanan Perbankan Syariah di Industri Kosmetik Halal
BSI Gandeng Natasha Group untuk Perluas Digitalisasi Layanan Perbankan Syariah di Industri Kosmetik Halal

JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperluas ekosistem digital perbankan syariah dengan menggandeng PT Pesona Natasha Gemilang (Natasha Group). Kerja sama strategis ini mencakup penyediaan layanan perbankan digital di klinik kecantikan milik Natasha Group, yaitu Klinik Natasha, Klinik Naavagreen, dan Klinik Azqiara.

Langkah ini sejalan dengan komitmen BSI untuk memperkuat kehadiran layanan syariah di sektor industri halal nasional, khususnya industri kosmetik dan kecantikan yang tengah tumbuh pesat. Melalui kolaborasi tersebut, BSI menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk mendukung transaksi non-tunai menggunakan kartu debit, kartu kredit, serta QRIS milik BSI di jaringan klinik Natasha Group.

Direktur Distribution & Sales BSI, Anton Sukarna, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam mendorong digitalisasi layanan keuangan syariah di sektor kosmetik yang memiliki potensi besar.

Baca Juga

Peringkat S&P Stabil, Menkeu Purbaya Ajak Investor Borong Saham

“Kami terus mendorong digitalisasi layanan di industri halal nasional termasuk sektor kosmetik. Dengan kerja sama ini, BSI EDC menjadi salah satu opsi dalam menerima pembayaran digital customer Natasha yang menginginkan bertransaksi melalui bank syariah,” kata Anton dalam keterangan resminya.

Jangkauan Kerja Sama Capai 176 Klinik Kecantikan

Melalui kemitraan ini, BSI akan menyediakan mesin EDC untuk 103 Klinik Natasha, 67 Klinik Naavagreen, dan 6 Klinik Azqiara di berbagai kota di Indonesia. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan keuangan syariah dan menjangkau konsumen yang membutuhkan layanan kecantikan berbasis nilai-nilai syariah.

Lebih jauh, Anton menekankan bahwa BSI tidak hanya fokus pada perluasan layanan transaksi digital, tetapi juga ingin membentuk ekosistem halal yang kuat di sektor kosmetik.

“Kami berharap dapat memperkuat ekosistem atau bahkan membentuk halal ekosistem yang baru di sektor kosmetik. Dalam hal klinik kecantikan yang notabene para customernya merupakan wanita muslim yang ingin menggunakan jasa yang berbasis syariah dan bertransaksi dengan layanan bank syariah,” ungkapnya.

Industri Kosmetik Nasional Tumbuh Signifikan

Kementerian Perindustrian mencatat, industri kosmetik nasional menunjukkan pertumbuhan pesat sejak masa pasca pandemi. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pelaku usaha di sektor ini meningkat lebih dari 77%, dari 726 pelaku usaha pada 2020 menjadi 1.292 pada 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 83% merupakan pelaku usaha mikro dan kecil, sementara 17% lainnya tergolong menengah dan besar.

Potensi pasar industri kosmetik di Indonesia juga terus meningkat, dengan nilai pasar diperkirakan mencapai USD 9,7 miliar pada 2025, dan proyeksi pertumbuhan tahunan sekitar 4,33% hingga 2030. Angka ini menjadi indikasi kuat bahwa sektor ini sangat potensial bagi pengembangan layanan keuangan syariah.

Momentum Wajib Halal 2026

Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada pengembangan industri kosmetik halal. Melalui Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal dan PP No. 42 Tahun 2024, produk kosmetik ditetapkan sebagai kategori yang wajib memiliki sertifikasi halal mulai 2026. Kebijakan ini dipastikan akan mendorong pertumbuhan industri halal dan membuka peluang besar bagi sektor keuangan syariah.

Potensi Pasar Syariah Masih Terbuka Luas

Hingga Februari 2025, BSI mencatat bahwa jumlah nasabah merchant yang bergerak di sektor kecantikan mencapai lebih dari 2.000. Ini menunjukkan bahwa sektor kecantikan menjadi salah satu area dengan pertumbuhan cepat dan peluang besar untuk ekspansi layanan perbankan syariah.

Kerja sama antara BSI dan Natasha Group dinilai sangat strategis dalam mendukung transformasi digital dan keuangan inklusif berbasis syariah di sektor yang digandrungi masyarakat, khususnya kalangan perempuan muslim.

Herman

Herman

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

OJK Dorong Penguatan GRC di Industri Keuangan demi Ketahanan Nasional

OJK Dorong Penguatan GRC di Industri Keuangan demi Ketahanan Nasional

Likuiditas Jadi Fokus, DPK Bank Danamon Tetap Sesuai Target

Likuiditas Jadi Fokus, DPK Bank Danamon Tetap Sesuai Target

Kemenko Perekonomian: Bank Emas Nasional Himpun 153 Ton Emas

Kemenko Perekonomian: Bank Emas Nasional Himpun 153 Ton Emas

OJK: Rating S&P Sinyal Positif Fundamental Ekonomi RI Terjaga

OJK: Rating S&P Sinyal Positif Fundamental Ekonomi RI Terjaga

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak Jangka Menengah

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak Jangka Menengah