Minggu, 12 Juli 2026

Strategi Adaptasi Pertamina Hulu Energi di Tengah Perubahan Energi Global

Strategi Adaptasi Pertamina Hulu Energi di Tengah Perubahan Energi Global

JAKARTA - Anak perusahaan Pertamina yang merupakan anggota dari subholding upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE), telah menunjukkan prestasi yang mengesankan sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina. Mereka telah siap menghadapi era energi transisi dengan mengadopsi strategi dekarbonisasi secara berkelanjutan. Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PHE, menyampaikan hal ini saat acara Media Gathering Pertamina EP Cepu di Bandung. Mereka sadar bahwa industri hulu migas harus adaptif terhadap peluang yang muncul dengan menerapkan operasi berkelanjutan. PHE telah merumuskan strategi energi transisi, termasuk gas transition, dekarbonisasi, serta potensi bisnis baru seperti carbon capture storage (CCS) dan carbon capture utilization & storage (CCUS).

Industri hulu migas saat ini dihadapkan pada tantangan ketahanan energi nasional, di mana permintaan akan energi fosil diperkirakan akan terus meningkat hingga 2050. Meskipun terjadi perubahan dalam komposisi energi, peningkatan penggunaan gas sebagai energi bersih menunjukkan peran penting gas dalam memenuhi kebutuhan energi domestik. Untuk menjawab kebutuhan energi transisi, Pertamina telah menginisiasi berbagai proyek pengembangan gas, seperti proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB) di wilayah kerja Zona 12 Regional Indonesia Timur. Capaian produksi JTB yang mencapai full capacity 192 MMSCFD menunjukkan kontribusi signifikan dalam memastikan pasokan energi yang stabil.

Pada kesempatan yang sama, Nyimas Fauziah Rikani, Kepala Departemen Komunikasi SKK Migas, menjelaskan peran penting industri hulu migas dalam penerimaan negara. Mereka memiliki strategi untuk mencapai target produksi nasional pada tahun 2033. Arya juga menyampaikan pencapaian PHE sepanjang tahun 2023, termasuk peningkatan produksi gas yang signifikan.

Baca Juga

Harga Emas Antam Sabtu Ini Naik Rp5.000 Jadi Rp2,655 Juta per Gram

PHE tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga mengutamakan tanggung jawab lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (ESG). Mereka telah mendapatkan rating ESG yang baik dan terus berinvestasi dalam operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip ESG. PHE juga aktif dalam United Nations Global Compact (UNGC) dan telah menerapkan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) di lapangan Pertamina EP Sukowati Field, Bojonegoro, Jawa Timur.

Melalui komitmennya pada prinsip-prinsip Universal UNGC dan Zero Tolerance on Bribery, serta implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP), PHE terus mengembangkan pengelolaan operasional yang profesional dan bertanggung jawab. Mereka bertekad untuk menjadi perusahaan minyak dan gas bumi kelas dunia yang ramah lingkungan, bertanggung jawab secara sosial, dan memiliki tata kelola yang baik.

Redaksi

Redaksi

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Sabtu Ini: Antam Rp2.762.000

Harga Emas Tiga Jenama di Pegadaian Sabtu Ini: Antam Rp2.762.000

Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Meredanya Ketegangan AS-Iran Dorong Penguatan Rupiah Hari Ini

Update Harga Emas Antam di Pegadaian, Jumat 10 Juli 2026

Update Harga Emas Antam di Pegadaian, Jumat 10 Juli 2026

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Rayakan Satu Dekade, Borobudur Marathon Siapkan Ruang bagi 12.500 Pelari

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028

Manfaatkan Dana IPO, RANS Bakal Gelar 16 Konser hingga 2028