BNI Catat Laba Bersih Rp3,41 Triliun Februari 2026, Kredit dan DPK Tumbuh Signifikan
- Senin, 30 Maret 2026
JAKARTA - Bank Negara Indonesia (BNI) berhasil mencatat pertumbuhan laba yang stabil pada bulan kedua tahun 2026. Laba bersih bank only tercatat sebesar Rp 3,41 triliun, naik 3,67% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kenaikan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga yang mencerminkan fundamental keuangan BNI yang kokoh. Dalam periode ini, pendapatan bunga tumbuh 14,01% yoy menjadi Rp 11,96 triliun.
Pendapatan Bunga dan Beban Operasional
Baca JugaBale by BTN Tembus 3,6 Juta Pengguna dan Dorong Transformasi Digital Bank Sepanjang 2025
Meski pendapatan bunga meningkat, beban bunga bank juga naik 13,87% yoy menjadi Rp 5 triliun. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) BNI tercatat tumbuh 14,2% yoy menjadi Rp 6,96 triliun.
Dari sisi operasional, BNI berhasil menumbuhkan pendapatan komisi, provisi, dan administrasi sebesar 10,89% yoy menjadi Rp 1,75 triliun. Namun, beban impairment melonjak 51,91% yoy menjadi Rp 1,47 triliun, sehingga beban operasional lainnya turut naik 31,14% yoy menjadi Rp 2,83 triliun.
Akibatnya, laba operasional bank tumbuh lebih terbatas, yaitu 4,9% yoy menjadi Rp 4,13 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa meski pendapatan meningkat, tantangan pengelolaan risiko kredit masih menjadi perhatian.
Kinerja Intermediasi dan Penyaluran Kredit
Dari sisi intermediasi, BNI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp 882,22 triliun per Februari 2026, tumbuh 18,9% yoy. Pertumbuhan ini menjadi indikator kuat bahwa bank mampu mendukung kebutuhan pembiayaan nasabah secara luas.
Total aset BNI juga meningkat hingga 30,41% yoy menjadi Rp 1.390,45 triliun dalam periode yang sama. Peningkatan aset ini mencerminkan ekspansi dan penguatan posisi keuangan BNI di pasar perbankan nasional.
Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK)
Pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) terlihat signifikan, naik 40,95% yoy menjadi Rp 1.092,24 triliun. Peningkatan ini didominasi oleh giro yang mencapai Rp 439,2 triliun, tumbuh 47,07% yoy.
Selain giro, deposito juga mencatat lonjakan sebesar 67,03% yoy menjadi Rp 376,15 triliun, sementara tabungan tumbuh 10,27% yoy menjadi Rp 276,9 triliun. Peningkatan DPK ini membuat likuiditas BNI terbilang longgar.
"Dengan pertumbuhan DPK yang subur, likuiditas BNI terbilang longgar dengan rasio kredit terhadap DPK (loan to deposit ratio/LDR) di posisi 123,81%," ungkap laporan resmi bank.
Fundamental Kuat dan Posisi Likuiditas Terjaga
Hasil ini menunjukkan bahwa BNI memiliki fundamental keuangan yang kuat dan mampu menjaga pertumbuhan intermediasi. Pencapaian ini sekaligus memperkuat posisi likuiditas bank di tengah dinamika ekonomi nasional yang kompleks.
Kinerja solid ini juga menegaskan bahwa BNI mampu menghadapi tantangan operasional dan tetap mendorong pertumbuhan kredit yang signifikan. Dengan pertumbuhan aset dan DPK yang subur, bank menunjukkan kapasitasnya untuk mendukung aktivitas ekonomi secara luas.
BNI berhasil menyeimbangkan antara pertumbuhan pendapatan dan pengelolaan risiko yang meningkat. Strategi ini membuat bank tetap kompetitif dan relevan di pasar perbankan yang semakin dinamis.
Pertumbuhan laba yang stabil dan peningkatan kredit menjadi bukti bahwa BNI mampu menjaga kepercayaan nasabah dan investor. Hal ini juga menjadi indikator positif bagi prospek kinerja bank di sisa tahun 2026.
Dengan pencapaian ini, BNI menegaskan posisinya sebagai salah satu bank dengan fundamental kuat dan intermediasi yang tangguh di Indonesia. Bank terus memperkuat likuiditas, meningkatkan aset, dan menyalurkan kredit untuk mendukung perekonomian nasional.
Nathasya Zallianty
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Fenomena Gen Z Viral Namun Dinilai Kurang Profesional Dunia Kerja Modern Global
- Senin, 30 Maret 2026
Berita Lainnya
Harga Buyback Emas Antam 30 Maret 2026: Investor Perlu Waspada Penurunan
- Senin, 30 Maret 2026
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 30 Maret 2026 Stabil, Buyback Rajaemas Tertinggi
- Senin, 30 Maret 2026
Syarat, Tabel Angsuran, dan Cara Pengajuan KUR BRI 2026 Lengkap untuk Semua UMKM
- Senin, 30 Maret 2026












