Sabtu, 11 Juli 2026

3 Strategi MoraRepublic Jaga Tarif Internet di Tengah Tekanan Kurs

3 Strategi MoraRepublic Jaga Tarif Internet di Tengah Tekanan Kurs
MoraRepublic. (Sumber : NET)

JAKARTA—Sejumlah penyelenggara layanan internet rumah tengah memaparkan siasat dalam merespons tekanan nilai tukar rupiah yang memicu lonjakan harga material fiber optik serta perangkat jaringan, tak terkecuali PT Ekamas Mora Republik Tbk. (MoraRepublic).

MoraRepublic mengaku terus memantau perkembangan ekonomi global, pergerakan mata uang, dan dinamika industri telekomunikasi. Chief Regulatory & Corporate Affairs Officer MoraRepublic, Resi Y. Bramani, menyebut kondisi tersebut memang berdampak pada industri, terutama terkait biaya pengadaan perangkat dan material jaringan.

“Namun, hingga saat ini dampaknya masih dapat kami kelola dengan baik melalui perencanaan dan pengelolaan operasional yang baik,” ujar Resi, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga

Gelar Executive Session, Telkom Perkuat Tata Kelola & Patuh Regulasi

Resi menegaskan fokus MoraRepublic tetap pada pengembangan infrastruktur digital dan pemerataan konektivitas di tanah air. Oleh karena itu, perseroan berkomitmen untuk memastikan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan tetap terjaga. 

Di tengah tantangan kenaikan biaya akibat pelemahan rupiah dan situasi global, MoraRepublic telah menyusun sejumlah strategi untuk menjaga ekspansi jaringan sekaligus mempertahankan efisiensi operasional.

Pertama, perusahaan memperkuat strategi pengadaan dan perencanaan material, termasuk optimalisasi stok serta pengaturan jadwal pembelian guna meminimalisir dampak fluktuasi kurs dan kenaikan harga material dalam jangka pendek. 

Selain itu, perseroan membuka peluang kolaborasi yang lebih strategis dengan vendor maupun mitra infrastruktur untuk menjaga efisiensi biaya pengadaan.

Kedua, perusahaan mengoptimalkan pemanfaatan jaringan yang ada agar utilisasi infrastruktur lebih maksimal. Di saat yang sama, MoraRepublic tetap mendorong ekspansi jaringan Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA) di berbagai kota di Indonesia.

“Strategi ini dilakukan agar belanja modal tetap terukur namun kualitas layanan kepada pelanggan tetap terjaga dan ekspansi jaringan tetap berjalan,” ungkap Resi.

Ketiga, perseroan bersama asosiasi industri berupaya menjaga agar biaya regulasi tidak meningkat secara signifikan. Di sisi lain, MoraRepublic terus memantau perkembangan ekonomi global, nilai tukar, dan rantai pasok industri telekomunikasi agar dapat melakukan penyesuaian bisnis secara cepat dan adaptif.

Meskipun menghadapi tantangan dari sisi biaya, Resi tetap optimistis kebutuhan konektivitas digital di Indonesia akan terus meningkat, sehingga prospek industri telekomunikasi dalam jangka panjang tetap positif.

Arjun Septa Aji

Arjun Septa Aji

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Hadapi Ketidakpastian, Erajaya Fokus Efisiensi di Paruh Kedua 2026

Hadapi Ketidakpastian, Erajaya Fokus Efisiensi di Paruh Kedua 2026

WIFI Alokasikan Dividen Rp10,6 M dan Rombak Jajaran Pengurus

WIFI Alokasikan Dividen Rp10,6 M dan Rombak Jajaran Pengurus

Mitratel (MTEL) Bagikan Dividen Rp2,08 Triliun, Rasio Capai 98 Persen

Mitratel (MTEL) Bagikan Dividen Rp2,08 Triliun, Rasio Capai 98 Persen

Mitratel (MTEL) Optimistis Konsolidasi Telko Dongkrak Aset Korporasi

Mitratel (MTEL) Optimistis Konsolidasi Telko Dongkrak Aset Korporasi

NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba Bersih

NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba Bersih