Selasa, 07 Juli 2026

NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba Bersih

NCKL Tebar Dividen Rp2,7 Triliun, Setara 30 Persen Laba Bersih
RUPS Harita Nickel Setujui Alokasi Dividen Rp42,64 Per Saham [FOTO: NET].

JAKARTA — Para pemodal PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) secara resmi merestui agenda pendistribusian dividen tunai tahun buku 2025 dengan akumulasi nominal menyentuh rentang Rp2,7 triliun. Ketetapan tersebut disahkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa (30/6/2026).

Akumulasi dividen yang disalurkan oleh anak usaha Harita Group ini setara dengan rasio pembayaran (dividend payout ratio) senilai 30% dari perolehan keuntungan bersih tahun buku 2025. Proporsi rasio tersebut dilaporkan ajek jika disandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan data dari Stockbit Group, nilai penyaluran tersebut merefleksikan perolehan dividen senilai Rp42,64 per lembar saham untuk tiap-tiap pemegang saham. 

Baca Juga

Mitratel (MTEL) Bagikan Dividen Rp2,08 Triliun, Rasio Capai 98 Persen

Menilik pada nilai saham NCKL yang bertengger di posisi Rp800 per lembar pada perdagangan harian Selasa (30/6/2026), Stockbit memproyeksikan estimasi tingkat imbal hasil dividen alias dividend yield yang didapat bertengger di kisaran 5,3%.

Sampai dengan saat ini, jajaran manajemen perusahaan belum merilis pengumuman lebih lanjut mengenai lini masa perdagangan saham dengan hak dividen (cum dividend) ataupun tanggal pasti penyaluran atau pembayaran dividen tunai tersebut ke rekening para pemodal.

Di sisi lain, perseroan bakal meneruskan tata kelola operasional secara pruden pada seluruh mata rantai bisnis, mulai dari lini penambangan sampai pengolahan di sepanjang tahun 2026 berjalan.

Head of Investor Relations Harita Nickel Lukito Gozali memaparkan bahwa pengokohan ketahanan bisnis dalam merespons dinamika industri ke depan bakal bertumpu pada optimalisasi kegiatan operasional serta penguatan daya saing jangka panjang.

“Saat ini industri nikel global sangat dinamis dan penuh tantangan, fokus kami adalah tetap menjaga operasional tetap berjalan secara efisien, terukur, dan bertanggung jawab,” ujarnya dalam keterangan tertulis beberapa waktu lalu.

Di tengah hantaman volatilitas harga nikel global, NCKL konsisten menjaga keberlanjutan roda bisnis. Sebagai informasi, perusahaan mencatatkan perolehan pendapatan senilai Rp29,63 triliun sepanjang tahun 2025 dan mengumpulkan Rp6,81 triliun pada kuartal I/2026.

Ditinjau dari ranah operasional, seluruh lini produksi bergulir menyelaraskan sasaran, meliputi sektor penambangan bijih nikel, pengolahan pirometalurgi lewat mekanisme Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), serta pengolahan hidrometalurgi lewat mekanisme High Pressure Acid Leach (HPAL) yang memproduksi MHP dan nikel sulfat.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Penjualan Komatsu UNTR hingga Mei 2026 Turun 28,05 Persen

Penjualan Komatsu UNTR hingga Mei 2026 Turun 28,05 Persen

PLN IP Bukukan Penjualan Listrik 82,17 TWh, Lewati Target RKAP

PLN IP Bukukan Penjualan Listrik 82,17 TWh, Lewati Target RKAP

Harita Nickel (NCKL) Sah Bagikan Dividen Tunai Rp2,7 Triliun

Harita Nickel (NCKL) Sah Bagikan Dividen Tunai Rp2,7 Triliun

Telkom Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Melalui Executive Session

Telkom Perkuat Tata Kelola dan Kepatuhan Melalui Executive Session

Harita Nickel Kebut 3 Proyek di Obi, Kapasitas Tembus 305.000 Ton

Harita Nickel Kebut 3 Proyek di Obi, Kapasitas Tembus 305.000 Ton