Indonesia Butuh Rp54 Triliun untuk Infrastruktur Sampah & WtE
- Rabu, 17 Juni 2026
SINGAPURA — Indonesia membutuhkan investasi sebesar Rp54 triliun untuk membangun infrastruktur pengelolaan sampah hingga tahun 2045.
Guna memenuhi target tersebut, pemerintah melalui peran Danantara Indonesia kini berupaya mempercepat pengembangan proyek waste-to-energy sekaligus meningkatkan daya tarik sektor ini bagi investor swasta.
Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), Ananda Laksmi, mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di Indonesia kini menjadi kebutuhan mendesak.
Baca JugaPerkuat Ekosistem Digital, DSSA Gelontorkan Rp8,54 Triliun ke BMT
Dengan produksi sampah mencapai lebih dari 66 juta ton per tahun, di mana kurang dari 40% yang dikelola dengan layak, ketergantungan pada tempat pemrosesan akhir (TPA) konvensional dinilai tidak lagi memadai.
Melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2024, pemerintah berupaya memperbaiki kerangka kerja penyiapan proyek agar lebih layak secara finansial (bankable) dan memberikan peran lebih strategis bagi Danantara dalam pembiayaan.
Managing Director of Investments Danantara, M. Rachmat Kaimuddi, menekankan bahwa pengelolaan sampah harus bertransformasi menjadi infrastruktur modern yang berkelanjutan.
PT SMI menyatakan kesiapannya mendukung proyek ini sejak tahap penyiapan, penyusunan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), hingga mobilisasi modal swasta.
Dengan dukungan regulasi, keterlibatan Danantara, dan platform blended finance seperti SDG Indonesia One, sektor pengelolaan sampah diharapkan dapat berubah dari beban layanan publik menjadi peluang investasi infrastruktur yang menarik bagi investor global maupun domestik.
Sukirno
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air
- Minggu, 12 Juli 2026












