Senin, 13 Juli 2026

Kemen P2MI–Kemlu Perkuat Sinergi Dukung Program SMK Go Global

Kemen P2MI–Kemlu Perkuat Sinergi Dukung Program SMK Go Global
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani.

JAKARTA - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani dan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir membahas penguatan sinergi antar kementerian guna mendukung Program SMK Go Global. 

"Pertemuan ini berguna untuk koordinasi kesiapan pelaksanaan Program SMK Go Global yang menjadi salah satu program direktif Presiden Prabowo Subianto," kata Christina dalam siaran pers Kementerian P2MI di Jakarta pada Jumat.

Ia menilai kedua kementerian memiliki hubungan kerja yang strategis dalam pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia (PMI). 

Baca Juga

Presiden Prabowo Ungkap Alasan Pihak Tertentu Tolak Program B50

Menurutnya, kehadiran perwakilan RI di luar negeri menjadi faktor penting dalam mendukung proses penempatan yang aman dan legal. "Kami tidak bisa bekerja sendiri. 

Kami membutuhkan Kemlu sebagai mitra utama melalui dukungan seluruh perwakilan RI di luar negeri, terutama dalam proses verifikasi job order dan pelindungan pekerja migran Indonesia," ujar Christina.

Dalam pertemuan itu, ia juga membahas evaluasi integrasi sistem dan data antar-kementerian. 

Isu tersebut krusial seiring implementasi Program SMK Go Global yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga memastikan lulusan terserap ke pasar kerja internasional. 

"Program SMK Go Global memiliki orientasi berbeda dan kami tidak hanya melatih calon pekerja migran, tetapi juga memastikan mereka dapat ditempatkan. Karena itu, ukuran keberhasilannya adalah penempatan yang nyata," tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Kementerian P2MI telah memiliki Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI) yang memuat seluruh proses penempatan dan telah terkoneksi dengan beberapa perwakilan RI melalui Sistem Peduli WNI. 

"Peran perwakilan RI sangat penting karena mereka yang melakukan verifikasi terhadap job order yang masuk ke sistem. Karena itu, kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik dan tidak ada hambatan ketika program tersebut mulai dijalankan secara masif," pungkas Christina.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Bahlil Minta Kader Golkar di DPR Kawal dan Beri Masukan Program MBG

Bahlil Minta Kader Golkar di DPR Kawal dan Beri Masukan Program MBG

Bahlil Ungkap Tantangan Jadi Menteri ESDM di Tengah Krisis Geopolitik

Bahlil Ungkap Tantangan Jadi Menteri ESDM di Tengah Krisis Geopolitik

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kasus Eks Jampidsus: DPR Bentuk Panja, Adang Ingatkan Soliditas TNI-Polri

Kemenkes: CKG Layani 59,5 Juta Peserta per 5 Juli 2026

Kemenkes: CKG Layani 59,5 Juta Peserta per 5 Juli 2026