Sabtu, 11 Juli 2026

Kepala Bappenas Dorong Polri Manfaatkan AI untuk Ungkap Kasus Kriminal

Kepala Bappenas Dorong Polri Manfaatkan AI untuk Ungkap Kasus Kriminal
Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.

BANDUNG - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memperkuat pengumpulan dan analisis data dalam mengungkap berbagai kasus kriminal. 

Rachmat mengatakan pemanfaatan AI dapat membantu aparat penegak hukum mengungkap kejahatan yang telah terjadi bertahun-tahun lalu melalui penguatan data dan analisis yang lebih presisi.

"Saya contohkan ada di negara lain bahwa kejahatan yang sudah dilakukan 20 tahun yang lalu, dengan bantuan data, penguatan data, pengumpulan data, dan kecerdasan buatan maka kejahatan itu bisa terungkap dengan baik dan tepat dengan presisi," kata Rachmat usai menjadi narasumber pada Seminar Sekolah Lemdiklat Polri di Bandung Barat, Jumat (19/06/2026). 

Baca Juga

IHSG Hari Ini Melaju ke Level 5.850 pada Pembukaan Pagi

Menurut dia, pemanfaatan AI tidak hanya relevan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan perkara, tetapi juga dapat digunakan dalam pengembangan lembaga pendidikan serta penelitian di lingkungan Polri.

Ia mengatakan Polri perlu menjadi pelopor dalam pemanfaatan teknologi AI yang bertanggung jawab sekaligus memahami potensi risiko penyalahgunaan teknologi tersebut. 

"Sebaliknya, kalau tidak hati-hati, AI juga bisa digunakan secara salah. Nah, polisi harus tahu kapan AI digunakan dengan baik dan kapan digunakan untuk kegiatan yang tidak baik," ujarnya. 

Karena itu, lanjut dia, Polri perlu berada di garis depan dalam memahami perkembangan teknologi digital agar mampu mengantisipasi berbagai bentuk kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi.

Ia menambahkan pemanfaatan AI dan internet juga dapat membantu Polri semakin dekat dengan masyarakat. 

Berdasarkan data yang dimilikinya, lebih dari 230 juta penduduk Indonesia telah menggunakan internet sehingga interaksi sosial masyarakat semakin banyak berlangsung di ruang digital. 

Menurut Rachmat, pemahaman terhadap perilaku masyarakat di ruang digital maupun lingkungan sosial menjadi hal penting bagi institusi kepolisian dalam menjalankan tugas pelayanan dan pemeliharaan keamanan. 

"Kalau polisi tahu masyarakat sekitarnya, kondisi masyarakat yang di lingkungan terbawah, maka polisi itu pasti lebih dekat dengan hati masyarakat," kata Rachmat.

Sukirno

Sukirno

variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Pemerintah Optimis Neraca Dagang RI Segera Berbalik Surplus

Pemerintah Optimis Neraca Dagang RI Segera Berbalik Surplus

Komisi V Desak Aturan Komisi Ojol 8 Persen Segera Diterbitkan

Komisi V Desak Aturan Komisi Ojol 8 Persen Segera Diterbitkan

Bukan dari APBN, Ini Sumber Dana yang Menopang Biaya Haji Indonesia

Bukan dari APBN, Ini Sumber Dana yang Menopang Biaya Haji Indonesia

Kemenhaj Siapkan Kebijakan Manasik Kesehatan Jemaah Haji 2027

Kemenhaj Siapkan Kebijakan Manasik Kesehatan Jemaah Haji 2027

Atasi Sampah Organik, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Program Eco-Farm

Atasi Sampah Organik, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Program Eco-Farm