1. Charlie Hospital Semarang (RSCH) Optimalkan Pasien BPJS di 2026
- Jumat, 19 Juni 2026
JAKARTA — PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH) menetapkan strategi optimalisasi layanan pasien BPJS Kesehatan sebagai langkah utama untuk mendorong kinerja perusahaan sepanjang tahun 2026.
Meskipun sistem tarif Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs) memberikan margin yang terbatas, pihak manajemen berkomitmen untuk mengelola volume pasien yang besar melalui strategi efisiensi biaya.
Direktur Utama Charlie Hospital Semarang, Junianto, menjelaskan dalam paparan publik Senin (15/6/2026), bahwa perusahaan menerapkan pengendalian biaya per kasus secara ketat melalui standarisasi praktik klinis serta efisiensi penggunaan obat dan alat medis.
Baca JugaPerkuat Ekosistem Digital, DSSA Gelontorkan Rp8,54 Triliun ke BMT
"Diperlukan strategi terstruktur untuk menjaga kualitas, keberlanjutan, dan kontribusi finansial pelayanan BPJS," ujarnya. Saat ini, sebanyak 83 persen dari total pasien RSCH merupakan pengguna BPJS.
Untuk memitigasi risiko, RSCH juga terus mendorong peningkatan kontribusi pasien non-BPJS melalui pengembangan layanan unggulan, kerja sama dengan asuransi swasta, serta kolaborasi dengan perusahaan.
Selain itu, manajemen telah menjalin kerja sama perbankan sebagai cadangan fasilitas pendukung guna menjaga kelancaran arus kas jika terjadi keterlambatan pembayaran klaim BPJS.
Tahun ini, RSCH membidik pendapatan sebesar Rp93,4 miliar dengan proyeksi peningkatan EBITDA sebesar 10 persen.
Untuk mendukung operasional dan target tersebut, perusahaan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp7,6 miliar.
Saat ini, RSCH mengoperasikan dua fasilitas rumah sakit, yakni Charlie Hospital Kendal (100 kasur) dan Charlie Hospital Demak (105 kasur).
Sukirno
variabisnis.com adalah media online yang menyajikan berita sektor energi dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Berita Lainnya
Diresmikan Prabowo, Bendungan Sidan dan Keureuto Perkuat Ketahanan Air
- Minggu, 12 Juli 2026












